Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Sosialisasi KIE Kreatif KKBPK di Kecamatan Petir


SERANG - Setelah sukses melakukan kegiatan sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kreatif program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Kecamatan Carenang dan Kecamatan Tanara pada Kamis (9/11), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan event organizer (EO) PT Stars Yudhatama melanjutkan kegiatan sosialisasi di titik lokasi ke-9 di Kampung Bojong Nangka, Desa Sanding, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Jumat (10/11) pagi.

Bertindak sebagai narasumber dalam acara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) BKKBN Provinsi Banten, Iswandi.Dalam paparannya, Iswandi mengatakan, KIE Kreatif merupakan metode komunikasi, informasi, dan edukasi yang diterapkan dalam keluarga yang membutuhkan kreatifitas dalam pelaksanaanya. Biasanya komunikasi akan muncul dalam keluarga yang sering berkumpul.

"Kesibukan orangtua ditambah lagi hadirnya teknologi dapat menyebabkan keluarga jarang berkumpul. Inilah yang mengakibatkan terputusnya komunikasi dalam keluarga. Hal itu dapat merusak tatanan dan keharmonisan sebuah keluarga apabila tidak segera dicarikan solusinya," katanya.

Iswandi menjelaskan, kondisi keluarga yang jarang melakukan perbincangan antar anggota keluarganya cenderung akan menjurus kepada hal-hal negatif."Bagaimana akan ada edukasi kalau bertemu saja tidak. Masing-masing sibuk dengan urusannya. Sehingga tidak ada kontrol terhadap anak. Anak sibuk berselancar di dunia maya melaui jaringan internet yang ada di ponsel (telepon seluler-red) miliknya," ujarnya.

Padahal, lanjut Iswandi, penggunaan ponsel yang ada internetnya tentu harus disesuaikan dengan usia anak. Jangan sampai anak yang berusia dibawah 12 tahun dibebaskan mengakses internet melalui ponsel yang dimilikinya.

"Itu akan berbahaya tanpa adanya kontrol dari orangtua. Anak bisa dengan mudah mengakses situs-situs web yang tidak mendidik, mengandung unsur kekerasan, bahkan pornografi. Berikanlah yang sesuai dengan usia anak agar terhindar dari pengaruh negatif. Gunakanlah fasilitas ponsel dengan baik dan sesuai dengan kebutuhannya, " ujarnya. (danang)