Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Kasus Dugaan Pungli PGRI Kopo Dilanjut


SERANG - Kasus dugaan pungutan liar (pungli) dana tunjangan guru Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang tetap diproses. Dua pejabat yang ditangkap dilakukan penahanan.

Mereka adalah Ketua PGRI Cabang Kecamatan Kopo berinisial S dan Bendahara Pengeluaran Pembantu PGRI Kopo berinisial M.“Ini (kasus dugaan pungli) tindak pidana, dan barang buktinya cukup banyak sehingga prosesnya dilanjutkan ke pemidanaan. Jadi proses hukumnya dilanjut,” kata 

Wakapolres Serang Kompol Heri Sugeng Priyanto yang juga ketua Tim Saber Pungli Polres Serang kepada wartawan saat ekspos di aula mapolres, Senin (13/11). Hadir dalam acara itu Kasat Reskrim Polres Serang AKP Gogo Galesung dan Kasat Narkoba Supriyatna.

Heri menegaskan, pihaknya akan melanjutkan hingga ke peradilan kasus dugaan pungli ini. Dia menolak sanksi kedua ASN yang ditangkap diserahkan kepada Pemkab Serang untuk dilakukan pembinaan.
Kasat reskrim menambahkan, dari penangkapan itu, pihaknya mengamankan barang bukti berupa uang tunai, surat keputusan bupati Serang tentang penunjukan anggaran, surat penunjukan bendahara pengeluaran pembantu di UPT Dindikbud Kopo dan berita acara pelaksanaan gedung PGRI Kecamatan Kopo. “Tersangka langsung dilakukan penahanan,” tegasnya.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 12 huruf e juncto Pasal 12 huruf f Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaiman telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun maksimal selama 20 tahun.

Heri menjelaskan, pungli yang dilakukan adalah dengan melakukan pemotongan terhadap dana tunjangan guru SD, SMP, SMA dan SMK di Kecamatan Kopo. Setiap dua bulan sekali, ratusan guru SD, SMP, SMA dan SMK di Kecamatan Kopo mendapat tunjangan yang diberikan melalui bendahara pengeluaran pembantu. Uang tersebut dipotong oleh M atas perintah S. Terakhir, keduanya melakukan pungli insentif tersebut untuk bulan September dan Oktober 2017.

“Jumlah uang hasil pemotongan seluruhnya Rp 24,990,000. Dan uang tersebut sudah diakui oleh M dari pemotongan dana tunjangan dana tambahan ASN,” ungkap Heri seraya menambahkan bahwa praktik pungli tersebut sudah dilakukan tiga kali oleh kedua tersangka.

berdasarkan hasil pemeriksaan, uang hasil pungli tersebut digunakan untuk pembayaran hutang pembangunan Gedung PGRI Kecamatan Kopo.“Pemotongan dana tambahan ASN dengan alasan untuk membayar hutang gedung PGRI Kecamatan Kopo,” ungkapnya.

Selain itu, kata Heri, pemotongan itu juga untuk keperluan dalam rangka HUT PGRI 2017. Besaran potongan dana tunjangan itu bervariasi tergantung dari golongan guru. Golongan II dipotong Rp 50 ribu, golongan III Rp 75 ribu, dan golongan IV Rp 100 ribu. "Untuk HUT PGRI golongan II Rp 75 ribu, golongan III Rp 100 ribu, dan golongan IV Rp 120 ribu,” sambungnya.

Heri menambahkan, pengungkapan kedua tersangka berdasarkan laporan dari guru yang tidak terima adanya pemotongan tunjangan dana tambahan itu.Untuk diketahui, Ketua PGRI Cabang Kecamatan Kopo berinisial S dan Bendahara Pengeluaran Pembantu PGRI Kopo berinisial M ditangkap saat menuju rumah M di Kampung Kabayan Ater, Desa Mekar Baru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang pada Kamis (9/11) sekitar pukul 16.30 WIB.

Tim Saber Pungli Polres Serang baru dibentuk belum lama ini. Tim saber pungli yang terdiri dari unsur kepolisian, kejaksaan, dan perwakilan OPD dikukuhkan pada Senin (6/11) lalu. Pembentukan tim saber pungli sesuai dengan Peraturan Presiden No 87 tahun 2016. (marjuki)