Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 32 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 101 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 77 | Komentar

Baca


Bangli Tempat Pesta Miras Dibongkar Paksa


SERANG – Empat gedung bangunan liar (bangli) semi permanenen berupa Cafe Harian Horas, Lapo Tuak, dan dua tempat biliard di Desa Parigi, Kecamatan Cikande dibongkar paksa oleh Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang bersama Muspika Cikande dan masyarakat setempat.

Pembongkaran dilakukan setelah Dinas Satpol PP memberikan peringatan kepada pemiliknya yaitu Pasaribu dan Philip karena mendirikan empat bangunan tersebut tanpa ijin dan juga kerap dijadikan tempat prostitusi dan pesta minuman keras (miras). Tidak ada perlawanan dari para pemilik karena bangunan dalam keadaan kosong.

Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Hulaeli Asyikin mengatakan, pembongkaran dilakukan setelah pemilik bangunan mengabaikan surat peringatan yang dilayangkan Dinas Satpol PP. “Kegiatan ini
sudah sesuai dengan SOP (standar operasional prosedur) kami. Kami sudah melayangkan surat peringatan kepada pemiliknya bahkan sudah setengah bulan tapi tidak direspons,” kata Hulaeli, Senin (13/11).

Ia menjelaskan, sebelum pembongkaran, Dinas Satpol PP Kabupaten Serang telah melakukan rapat dengan pihak terkait, termasuk mengundang pemilik bangli. “Bangunan itu milik Pasaribu dan Philip keduanya bapak anak. Kalau yang Lapo Tuak milik Sihombing. Ada satu bangunan biliard lagi tapi pemiliknya sudah membuat pernyataan akan dialihfungikan jadi tidak kita robohkan,” ujarnya.

Ia menuturkan, keberadaan empat bangli tersebut telah meresahkan warga sekitar sehingga warga melaporkan kepada Dinas Satpol, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penertiban beberapa waktu lalu. “Iya sebelumnya ada laporan dari warga. Tim kita bersama muspika langsung turun ke lokasi dan prosesnya sudah lama. Bangunannya ada yang baru ada juga yang lama,” paparnya.

Hulaeli menegaskan, pihaknya akan memantau bangunan-bangunan yang disalahgunakan dan terindikasi dijadikan tempat prostitusi dan pesta miras. “Kita akan terus melakukan penyisiran. Pasti masih ada bangli yang disalahgunakan. Yang hari ini turun selain Satpol PP, ada dari Polsek, Koramil, Desa Parigi, dan juga dari warga,” katanya. (tanjung)