Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 25 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Tahun Baru, Interchange Dibuka


SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang memastikan bahwa interchange di Desa Julang, Kecamatan Cikande sudah siap untuk dioperasikan. Pemkab Serang telah menempuh semua persyaratan yang diperlukan seperti dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (KemenPU-PR), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan dari Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT).

Plt Sekda Pemkab Serang Agus Erwana mengatakan, interchange sudah siap untuk dibuka dan dioperasikan, namun pihaknya masih menunggu keputusan dari Marga Mandala Sakti. “Beberapa persyaratan dalam rangka penyerahan interchange sudah kita tempuh, salah satunya yaitu bahwa tanah-tanah sudah diproses sertifikatnya. Kita masih menunggu dari MMS yang jadi catatan apa,” kata Agus, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (6/12).

Awalnya Agus berharap, pada tahun baru 2018 interchange sudah bisa dioperasikan karena persyaratan yang diperlukan sudah mencapai 90 persen, namun pembukaan interchange baru direncanakan pada Januari mendatang oleh Presiden Joko Widodo. “Memang masih ada catatan dari Kemenhub seperti rambu petunjuk masuk tol walaupun sebenarnya sudah ada tapi kurang besar katanya. Jadi sudah siap semua untuk dioperasikan,” ujarnya.

Disoal terkait dengan tanggung jawab perusahaan yang belum memenuhi kewajibannya untuk membayar biaya pembangunan interchange, Asda I Pemkab Serang itu mengatakan, pihaknya akan tetap menagih yang menjadi kewajiban perusahaan meski interchange sudah dioperasikan. “Itu (sumbangan-red) sudah menjadi perjanjian yang harus dipenuhi. Kalau ini (interchange-red) sudah dibukan tetap akan kita tagih. Kita tidak berfikir kehawatiran mereka tidak membayar,” paparnya.

Terpisah, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang Fahmi Hakim meminta interchange tidak dibuka terlebih dahulu sebelum perusahaan melunasi sharing biaya pembangunan interchange. “Saya kita hari ini bukan lagi berbicara komitmen tetapi merealisasikan komitmen yang sudah dibuat sebelum interchange dibangun. Saya kira pengusaha orientasinya bisnis, jadi pengusaha harus jantan memenuhi komitmennya,” kata Fahmi.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Serang itu menegaskan, keberadaan interchange selain untuk mengurai kemacetan juga untuk meningkatkan investasi di wilayah Serang timur, sehingga perlu didukung oleh semua pihak terutama pihak perusahaan. “Interchange ini merupakan cita-cita masyarakat dan pemerintah daerah, sementara pihak swasta atau perusahaan tidak yakin akan terbangun interchange, masa sekarang enggak mau memenuhi kewajibannya juga,” ujarnya. (tanjung)