Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 25 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Selamatkan Generasi Melalui Razia Pekat


SERANG - Peredaran minuman keras (miras) di wilayah Kecamatan Ciruas terbilang cukup memprihatinkan. Untuk mendapatkan miras dengan berbagai jenis tidak telalu sulit, cukup mendatangi kios yang menjual jamu dan beberapa toko emperan yang berada di sisi jalan protokol di daerah tersebut.

Sebanyak 700 botol miras dengan berbagai merek dan jenis, seperti anggur kolesom, draft beer, beer angker, guinnes, dan prost beer serta tiga jeriken tuak dipampang di halaman kantor Mapolsek Ciruas. Miras tersebut merupakan hasil razia penyakit masyarakat (pekat) yang digelar tim gabungan yang terdiri dari anggota Polsek Ciruas beserta muspika Kecamatan Ciruas lainnya.

Razia yang berlangsung sejak 1 Desember tersebut merupakan gerakan serentak dalam rangka operasi penyakit masyarakat (pekat) yang digelar di seluruh wilayah di Kabupaten Serang. Adapun tujuannya yaitu untuk melakukan pencegahan terhadap peredaran miras di daerah tersebut menjelang natal dan tahun baru.

“Selanjutnya miras ini kita menunggu arahan dari pimpinan, mungkin nanti akan dimusnahkan. Ini hasil razia pekat yang dilaksanakan mulai tanggal 1 Desember yang direncanakan sampai tanggal 10 Desember, tapi sampai tanggal 6 ini kita sudah mendapatkan hasil 700 botol dan tiga jeriken tuak,” ujar Kapolsek Ciruas, Kompol Nono Karsono, Kamis (7/12).

Praktik penjulan miras di Kecamatan Ciruas masih marak meski peraturan daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2006 melarang keras menjual miras. Agar menimbulkan efek jera kepada para penjual, Polsek Ciruas melimpahkan proses hukumnya ke pengadilan. “Tentunya nanti ada sanksi, kita menunggu putusan pengadilan seperti apa,” kata mantan Kapolse Kramatwatu itu.

Semua jenis miras hasil razia tersebut dikategorikan berbahaya karena mengandung alkohol di atas 0,5 persen dan tidak diperbolehkan untuk diedarkan. “700 botol itu kita dapatkan dari enam titik yaitu di tokoh-tokoh dan warung-warung emperan di wilayah kami. Untuk penjual bisa dikenai sanksi denda Rp1 juta atau kurungan selama dua minggu,” tutur pria yang murah senyum tersebut.

Sementara itu, Camat Ciruas Wawan Setiawan mengapresiasi atas digelarnya razia pekat di wilayahnya, sebagai upaya untuk membersihkan miras di wilayah Kecamatan Ciruas. “Razia ini akan dilakukan secara rutin. Kita khawatir miras ini dibeli masyarakat umum khususnya para remaja di wilayah kami. Dengan adanya razia ini pula banyak remaja yang terselamatkan,” ujar Wawan. (TANJUNG)