Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 25 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Petugas Kesehatan Sasaran Pertama Imunisasi


SERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mulai hari ini akan melakukan outbreak response immunization (ORI) serentak terhadap seluruh karyawan fasilitas kesehatan (faskes), seperti rumah sakit, puskesmas, klinik dan faskes lainnya di Kabupaten Serang. Selanjutnya, ORI akan dilakukan terhadap anak usia satu tahun sampai usia kurang dari 19 tahun.

ORI serentak dilakukan sebagai tindak lanjut dari ditetapkannya Kabupaten Serang sebagai daerah kejadian luar biasa (KLB) kasus difteri. Selain itu, ORI juga bertujuan untuk memutus mata rantai wabah difteri yang terus menyebar dan mengancam warga yang belum pernah diimunisasi dan tidak memiliki kekebalan tubuh.

Kepala Dinkes Kabupaten Serang Sri Nurhayati mengatakan, ORI akan dilakukan secara masal di Kabupaten Serang dengan terget sasaran sebanyak 526 ribu lebih anak berusia satu sampai dengan kurang 19 tahun. “ORI ini untuk merespons keadaan penyakit terhadap status imunisasi masyarakat yang dilakukan secara masal. Pertama kita harus melihat status imunisasi di wilayah-wilayah yang memang rendah cakupan imunisasinya,” kata Sri, Sabtu (9/12).

Suntikan atau booster terhadap vaksin difteri untuk semua usia satu sampai kuarang 19 tahun akan dilakukan tiga kali, yaitu menggunakan rumus 0-1-6. “Jadi vaksin tidak cukup sekali. Contohnya, kalau divaksin ORI tanggal 20 Desember, maka akan divaksin lagi tanggal 20 Januari dan kemudian enam bulan berikutnya. Kami minta yang rendah cakupan imunisasinya dioptimalkan,” ujarnya.

Sri berharap, semua target sasaran bisa disuntik agar terjadi kekebalan tubuh secara masal, sehingga upaya memutus mata rantai wabah difteri berhasil dilakukan. “Sasaran kita 526 ribu lebih. Ini pekerjaan yang tidak cukup ringan, jadi oleh karena itu dibutuhkan dukungan semua stakeholder. Karena ini keadaan darurat jadi persiapannya tidak sepanjang imunisasi MR (measles-rubella),” paparnya.

Namun demikian, ORI serentak akan dimulai oleh para petugas kesehatan dan karyawan rumah sakit, puskesmas, klinik, dan faskesa lainnya. “Strateginya pada 11 besok (hari ini-red) itu kita laksanakan ORI untuk semua petugas puskesmas, klinik dan rumah sakit senin sudah dimulai. Kita lindungi karyawan kita dulu karena karyawan sangat beresiko. Kalau mereka itu tidak terbatas usia 19 tahun,” tuturnya.

Sedangkan untuk melakukan ORI terhadap sasaran, pihaknya akan menggalar rapat terlebih dahulu dengan lintas sekotoral dari mulai camat, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, dan Muspida Kabupaten Serang. “Kita agendakan rapat tanggal 13 Desember. Mereka harus mengetahui apa yang harus dilakukan, terutama mensosialisasikan kepada masyarakat dan sekolah-sekolah,” katanya.

Ia berharap, tidak ada masyarakat atau institusi yang menolak program ORI tersebut, sehingga karena hal tersebut untuk keselamatan masyarakat agar terhindar dari wabah difteri. “Memang yang namanya masyarakat karena banyak backroundnya, sehingga memang mungkin saja masih ada saja yang menolak, kita tidak menutup mata tentang hal itu. Kenapa sekarang tejadi KLB karena 99 persen yang terkena diftreri tidak diuminisasi,” ungkapnya.

Ia berharap, semua petugas kesehatan agar secepatnya melaporkan ke pihkanya jika ada masyarakat, institusi dan individu yang menolak untuk dilakukan ORI, untuk diberikan pemahaman dan edukasi. “Kalau sifatnya individual yang menolak, tolong diberikan penyadaran, kalau tetap menolak minta diberi surat pernyataan menolak, jangan sampai ketika terjadi apa-apa menyalahkan petugas.  Tetapi tetap kita harus melakukan edukasi,” ujarnya. (tanjung)