Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 25 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Tidak Mengenal Waktu Kejar Target Pajak


SERANG - Tercapainya target pajak yang telah ditetapkan dianggap menjadi prestasi tersendiri bagi Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Serang. Berbagai upaya dilakukan, daeri mulai melakukan evaluasi ulang sampai dengan melakukan penagihan keliling.

Meski jatuh tempo pembayaran pajak telah habis yaitu hingga akhir November, namun BPBD Kabupaten Serang terus melakukan evaluasi ulang di beberapa kecamatan untuk mengejar sisa target pajak yang belum terbayarkan. Agar capaian menjadi optimal, evaluasi akan digelar hingga 28 Desember mendatang.

Evaluasi terus dilakukan karena sejumlah perusahaan yang pada 2016 lalu membayar pajak, namun pada 2017 ada beberapa perusahaan yang tidak membayar pajak dengan alasan produksi yang dilakukan oleh perusahaan terus menurun, sedangkan keputusan pembayaran pajak ada di kantor pusat di Jakarta.

“Kita masih terus melakukan evaluasi, endingnya dikasih waktu oleh Ibu Bupati (Rt Tatu Chasanah-red) sampai dengan 28 Desember. Target pajak kita masih kurang sekitar Rp900 juta makanya terus kita genjot,” ujar Imron, Kasi Penagihan dan Keberatan BPPD Kabupaten Serang, Minggu (10/12).

Dalam evaluasi tahap kedua ini, BPPD mengutamakan mengejar piutang perusahaan karena walaupun jumlahnya sedikit, namun nilainya cukup tinggi. “Evaluasi yang sekarang ini dilaksanakan di Kecamatan Kragilan, Petir, Anyer, Tanara, dan Kecamatan Bojonegara. Realisasi pajak sampai saat ini sudah tercapai Rp47,1 miliar dari ketetapan Rp48 miliar,” katanya.

Upaya melakukan evaluasi ulang yang dilakukan oleh BPPD cukup berhasil meningkatkan realisasi pajak, dari sebelum evaluasi dilakukan tercapai Rp26 miliar, namun setelah dilakukan evaluasi mengalami peningkatan yang signifikan.

“Progresnya cukup bagus, banyak yang bayar di tempat saat evaluasi, karena kita menggandeng Bank bjb juga. Untuk perusahaan yang kita datangi belum dapat memutuskan untuk bayar pajak, karena keuangannya ada di Jakarta. Yang belum bayar banyaknya untuk buku 1 sekitar 20 persen,” tuturnya. (TANJUNG)