Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 25 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Imigrasi Terapkan Aplikasi Antrean


SERANG - Kantor Imigrasi Kelas I Serang menyelenggarakan Sosialisasi tentang Aplikasi Antrian Paspor Online dan Koordinasi Layanan Pemberian Paspor untuk Jemaah Haji 2018 di Horison Ratu Ultima Kota Serang, kemarin.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Serang Timbul Pardede mengatakan bahwa aplikasi Permohonan Paspor Online merupakan salah satu instrumen yang dimiliki Imigrasi untuk mengatasi antrian pemohon paspor yang selalu membeludak di setiap kantor Imigrasi seluruh Indonesia termasuk kantor Imigrasi Serang.

Melalui aplikasi ini masyarakat yang ingin mengajukan permohonan paspor tidak perlu lagi antri dari subuh di Kantor Imigrasi. Masyarakat tinggal menggunakan aplikasi dan memilih sendiri waktu yang diinginkan. "Tujuan sosialisasi ini adalah agar peserta rapat ini memahami aplikasi baru ini dan meneruskan informasi ini ke Kantor masing-masing juga masyarakat," kata Pardede.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Hukum dan HAM Banten Wahyudin, dan Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Serang Hamdan Muhammad  Al Amin.

Sosialisasi Aplikasi Antrian Paspor Online meliputi dasar hukum dari pengajuan paspor dan persyaratan paspor sesuai dengan aturan yang berlaku dan aturan ini pun berlaku untuk calon jamaah haji. Kendalanya, di wilayah kerja Kantor Imigrasi
Serang masih terdapat daerah-daerah yang layanan internetnya terbatas bahkan tidak terdapat koneksi internet.Dalam kesempatan itu, sejumlah peserta mempertanyakan mengenai sulitnya koneksi ke aplikasi, sering terjadi gangguan bahkan ada yang sampai dini hari untuk mengantri secara online. (*/fikri)