Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 25 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Jumlah Rutilahu Diprediksi Bertambah


SERANG – Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang tengah merekap hasil pendataan jumlah rumah tidak layak huni (rutilahu) yang dilakukan petugas desa. Namun, diprediksi jumlah rutilahu di Kabupaten Serang bertambah. Pasalnya, selain memverifikasi data yang ada yaitu 12.700 unit, para petugas pendataan juga mendata rutilahu baru  yang akan diusulkan untuk dilakukan perbaikan.

Kepala Seksi (Kasi) Perumahan DPKPTB Kabupaten Serang Devid Hermawan mengatakan, pihaknya belum menerima data rutilahu baik yang hasil verifikasi maupun data usulan baru secara lengkap karena masih dalam proses perekapan.

“Jadi sebagaimana hasil sosialisasi updating, bahwa tanggal 11 hari ini (kemarin-red) batas akhir waktu yang kita harapkan, petugas pendata menyerahkan hasil pendataannya,” kata Devid, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/12).

Ia menjelaskan, para petugas updating di lapangan memiliki dua tugas, pertama yaitu memverifikasi data rutilahu yang sudah ada, yang jumlahnya mencapai 12.700 lebih, dan kedua mengakomodir dan mendata rumah yang sekiranya perlu untuk ditangani atau rutilahu baru. “Kalau hari ini masuk semua, selanjutnya kita akan susun data menjadi dua, satu data hasil verifikasi, satu lagi data usulan rutilahu yang baru,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, selanjutnya data tersebut akan ditetapkan melalui keputusan Bupati Serang Rt Tatu Chasanah sehingga menjadi data terpadu. “Ke depan semua penganggaran dan pelaku yang akan menangani rutilahu sumber datanya memakai itu (data terpadu-red), sehingga target pencapaian bisa terukur. Saya yakinkan pasti ada penambahan data rutilahu, setalah digabung antara data yang diverifikasi dan data usulan baru,” paparnya.

Ia berharap, data rutilahu terpadu tersebut dapat selesai direkap pada Jumat pekan ini, karena pihaknya mengalami kekurangan sumber daya manusia (SDM) untuk merekap data tersebut. “Pasti jumlah rutilahu yang 12.700 itu jumlahnya berkurang karena sudah ada penanganan, tapi nanti data yang lama akan digabung dengan data yang usulan, tapi yang akan menjadi prioritas penanganan datang yang lama dulu. Mudah-mudahan Jumat sudah terekap semua,” katanya. (tanjung)