Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 26 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Pegawai UPTD Mulai Resah


SERANG – Dihapusnya unit pelaksana teknis daerah (UPTD) di lingkungan Pemkab Serang membuat resah para pegawai UPTD. Pasalnya, nasib mereka sampai saat ini belum jelas akan di tempatkan dimana setelah UPTD dihapus. Selain itu, dihapusnya UPTD juga akan mengganggu program kinerja di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) yang selama ini banyak dikerjakan UPTD.

Kasubag Tata Usaha (TU) UPTD Pendidikan Kecamatan Cikeusal Madsani mengatakan, pihaknya masih bingung dengan rencana penghapusan UPTD yang menjadi tempatnya bertugas. “Kita masih bingung soal penempatan dan peleburan pegawai UPTD yang jumlahnya di kami ada 18 pegawai. Pegawai pada bingung dan resah. Belum jelas posisi kami kalau UPTD dihapus. Karena sampai saat ini belum ada penjelasan,” kata Madsani, Minggu (7/1).

Ia menjelaskan, penghapusan UPTD sangat menganggu karena penempatan para pegawainya belum jelas, apakah akan di tempatkan di kecamatan atau di instansi yang lain. Namun demikian, pihaknya sebagai ASN siap untuk ditempatkan dimanapun. “Kalau kita mah bagaimana pimpinan saja, justru yang bingung menyangkut hak sebagai eselon IV. Harapannya hak itu tidak dihapus, tapi karena kewenangan bukan di kita, kita ngikut saja,” ujarnya.

Madsani menilai, dihapusnya UPTD akan membuat kewalahan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) karena selama ini banyak tugas pendidikan yang dikerjakan UPTD. “Tugas UPTD di antaranya yaitu menampung pelaporan dari sekolah-sekolah sebelum dilaporkan ke dinas. Kebayang kalau semua sekolah nanti laporannya langsung ke dinas karena UPTDnya dihapus, pasti dinas pendidikan bakal kewalahan,” paparnya.

Terpisah, kepala UPTD Pertanian Kecamatan Tanara Sarip mengatakan, keberadaan UPTD pertanian sangat diperlukan untuk mensukseskan program-program pertanian di Kabupaten Serang, karena UPTD merupakan kepanjangan tangan dari Dinas Pertanian (Dinstan). “Kalau tidak ada UPTD tugas dinas semakin berat. UPTD itu yang berhubungan langsung dengan kelompok tani. Pasti mengganggu kinerja pertanian,” kata Sarip.

Lebih lanjut Sarip menuturkan, di antara tugas UPTD pertanian yaitu mensosialisasikan program pertanian baik dari pemerintah pusat, provinsi, dan juga pemerintah kabupaten. “Bantuan juga kan ada dari pusat, provinsi, dan kabupaten. Informasinya dinas mau mempertahankan agara UPTD tetap ada. Kalau kita mah mau tidak mau ikut saja bagaimana yang di atas (Pemkab Serang-red), karena mereka yang punya kewenangan,” ujarnya. (tanjung)