Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 26 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


SOP Sampah Belum Jelas


SERANG – Penyerahan pengelolaan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang ke kecamatan-kecamatan belum berjalan dengan dengan baik. Pasalnya, volume sampah di tempat-tempat pembuangan sementara semakin tinggi karena jadwal pengangkutan sampah menjadi berkurang. Selain itu, standar operasioan prosedur (SOP) pengangkutan sampah juga sampai saat ini belum jelas.

Pantauan Banten Raya, tumpukan sampah dengan volume yang cukup banyak terlihat di tempat pembuangan sampah sementara di Jalan Raya Serang-Cilegon, tepatnya di Desa Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu. “Iya sudah seminggu ini sampah semakin banyak, soalnya ngangkutnya tidak seperti kemarin-kemarin yang rutin setiap sore,” kata Yanto, pegawai bengkel, di sekitar lokasi pembuangan sampah, Minggu (7/1).

Terpisah, pegawai Kecamatan Kramatwatu Eeng Kosasih mengatakan, sejak diserahkan ke kecamatan pengangkutan sampah terus dilakukan seperti hari-hari biasa. “Kalau pengangkutan terus dilakukan, memang volume di sana (lokasi pembuangan-red) semakin hari semakin banyak, karena yang membuang bukan hanya warga Kramatwatu. Rencananya tempat pembuangan sampah akan dipindah karena kalau di sana mengganggu kenyamanan,” ujar Eeng.

Sementara itu, Camat Kragilan Ajunto menjelaskan, pada prinsipnya pihak kecamatan sudah siap dengan pelimpahan kewenangan tersebut, namun sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai SOP yang jelas terkait dengan pengangkutan sampah.

“Kami sudah menerima penyerahan kendaraan operasional, tapi kami tidak punya tempat untuk menaruh kendaraan tersebut. Hasil konsultasi dengan Pak Sekda (Agus Erwana-red) mobil harus tetap ditaruh di dinas,” ujarnya.

Lebih lanjut Ajuntono berharap, ke depan petugas kecamatan hanya mengangkut sampah dari perumahan-perumahan dan pasar serta dari tempat lainnya untuk dibuang ke tempat pembuangan sementara, sedangkan untuk membuang ke TPSA Cilowong tetap menjadi tugas DLH. “Sejauh ini tidak ada kendala di lapangan, cuman kita pingin SOP pengangkutan diperjelas, karena enggak mungkin kalau sampai membuat ke TPSA diserahkan ke kecamatan,” paparnya.

Untuk diketahui, Pemkab Serang menyerahkan pengelolaan sampah dari DLH Kabupaten Serang ke tujuh kecamatan yaitu Kecamatan Kramatwatu, Anyer, Cinangka, Ciruas, Kragilan, Kibin, dan Kecamatan Cikande terhitung sejak 1 Januari 2018. (tanjung)