Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 26 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


400 Kilometer Jalan Desa Diambil Alih


SERANG - Empat ratus kilometer jalan desa di Kabupaten Serang direncanakan akan diambil alih dan ditingkatkan statusnya menjadi jalan Kabupaten Serang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang Hatib Nawawi mengatakan, tahapan administrasi peningkatan status jalan desa akan dimulai dari tahun 2018 ini.

Pengalihan bersamaan dengan pelaksanaan proyek pembangunan jalan secara multiyears sampai tahun 2021 mendatang yang ditargetkan mencapai 500 kilometer. "Kita berharap, setelah pembangunan jalan sampai 2021 ini, tidak ada jalan yang rusak parah lagi. Dalam artian, dengan betonisasi yang kita lakukan, jalan tetap terjaga sampai ke depan, sehingga kita bisa membangun jalan yang lain," kata Hatib kepada Banten Raya, kemarin.

Hatib mengatakan, ruas jalan 400 kilometer yang ditingkatkan statusnya adalah ruas jalan yang memiliki potensi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat baik itu yang berhubungan di sektor industri, pariwisata, pertanian, atau hal lainnya.

"Jadi nanti jalan desa yang kita tingkatkan itu lebar jalannya 5 meter. Tapi tidak ada ganti rugi lahan. Kan kemungkinan itu ada pelebaran, ada lahan yang terpakai. Kalau pakai ganti rugi lahan akan lama. Kalau nanti minta ganti rugi, di desanya tidak siap, ya tidak usah (ditingkatkan)," kata Hatib.

Salah satu jalan desa yang kemungkinan besar akan ditingkatkan statusnya adalah jalan desa yang menghubungkan Kecamatan Pontang dengan Kecamatan Lebak Wangi. "Ini kan awalnya jalan Desa Pulokencana, Kecamatan Lebakwangi," tuturnya.

Hatib mengatakan, peningkatan jalan desa penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di masyarakat. Tahun 2018 ini, ada 80 ruas jalan desa yang dibangun oleh DPUPR. "Jalan desa itu termasuk yang kebutuhannya mendesak. Kalau jalan kabupaten kan pendukung. Semua memang menikmati. Kalau jalan desa, yang menikmati itu lebih segmentatif. Artinya petani untuk mengangkut pertanian, itu kan lewatnya lewat jalan desa," kata Hatib. (fikri)