Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 26 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Selesaikan Sibat di 19 Kecamatan


SERANG - Bencana alam susul menyusul melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Serang sejak Desember 2017 lalu sampai Januari 2018 ini. Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai lembaga kemanusiaan tak henti terus bergerak.

Seperti kemarin, tim dari PMI yang dipimpin Kepala Markas PMI Kabupaten Serang Abdul Basith mengunjungi Desa Mancak, Kecamatan Mancak untuk menyerahkan bantuan kepada Hasuri, yang rumahnya roboh terkena angin kencang. Sebelum ke Mancak, kata Basith, pihaknya sebelumnya juga memberikan bantuan untuk warga Kecamatan Cikande yang terkena angin puting beliung di Desember yang lalu.

"Kita kalau ada informasi bencana, kita cek dulu persediaan logistik kita bagaimana. Ada apa saja. Baru kita kemudian melakukan assessment apa saja yang dibutuhkan oleh warga yang terkena bencana. "Baru kita kasih ke sana. Kaitan dengan rumah roboh di Mancak misalnya, apa dulu.

Untuk tempat istirahatnya misalnya kita berikan bantuan terpal. Kesehatannya bagaimana, alat masaknya hancur atau tidak. Kalau di Mancak itu kan tempat tidur hancur, alat makan hancur. Makanya kita berikan terpal, selimut, alat-alat masak. Kalau beras dan pangan sudah ada dari dinas sosial," kata Basith.

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, PMI saat ini terus meningkatkan kapasitas para relawan dan terus melakukan rekrutmen relawan melalui program siaga bencana berbasis masyarakat (sibat). "Kita upayakan bagaimana relawan itu bisa menyebar di setiap kecamatan sehingga ketika terjadi bencana, ditangani langsung oleh yang terdekat. Kalau sekarang, kalau ada bencana, masih mengandalkan relawan dari daerah lain," kata Basith.

Sibat saat ini baru terbentuk di 10 kecamatan dan pihaknya menargetkan untuk membentuk sibat di 19 kecamatan lain di Kabupaten Serang. "Relawannya masih minim. Satu kecamatan itu baru 10 orang. Tahun ini kita habiskan sibat di 19 kecamatan. Jadi nanti keilmuwannya terkait kebencanaan akan kita berikan. Jadi kita harapkan ketika terjadi bencana, bisa lebih cepat penanganan dan pengetahuan soal kebencanaan juga bisa menular kepada masyarakat," kata Basith. (FIKRI HILMAN)