Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 72 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 56 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 80 | Komentar

Baca


Pengelolaan Sampah Diambil Alih DLH Lagi


SERANG - Sejak dua pekan diserahkan ke pemerintah kecamatan, pengelolaan sampah masih acak-acakan. Tujuh kecamatan yang menerima pengalihan kewenangan pengelolaan sampah yakni Anyer, Kramatwatu, Ciruas, Kragilan, Cinangka, Kibin masih gagap untuk memenej pengangkutan serta pengerahan armada. Dampaknya, sampah menumpuk. Di Kecamatan Kramatwatu misalnya, sampah menumpuk sampai tiga gunung sepanjang Tahun Baru dan baru diangkut kemarin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang Sri Budi Prihasto mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan ke depan pengelolaan sampah akan kembali dialihkan ke DLH. "Jumat pekan lalu kita rapat dengan Sekda (Plt Sekda Pemkab Serang Agus Erwana).

Waktu di Cipanas rapat eselon II eselon III juga dibicarakan. Saya, sekda, kabag organisasi, kabag hukum menelaah lagi. Memang kan aturannya di situ kewenangan mengambil sampah dari TPS (tempat pembuangan sementara) ke TPA (tempat pembuangan akhir) adanya di dinas. Nah mungkin ada kemungkinan (kewenangan) bisa dikembalikan ke dinas," kata Budi kepada Banten Raya, kemarin.

Budi mengatakan, keterlambatan pengangkutan terjadi karena di Januari dana APBD belum bisa digunakan. DLH sendiri biasanya menalangi dulu untuk operasional bahan bakar minyak. Sementara untuk honor pegawai dibayarkan biasanya di bulan Februari. "Sekarang kan (kewenangan) di kecamatan. Mungkin ada kesulitan di kecamatan. Tapi kita bantu," katanya.

Karena pemerintah kecamatan belum optimal dalam mengelola sampah, kata Budi, sementara ini semua masih dikendalikan oleh DLH. Hanya saja mata anggaran ada di kecamatan. Armada truk sampah pun saat ini masih disimpan DLH.
"Desember 2017 itu saya sudah buat berita acara penyerahan armada kepada kecamatan. Tetapi hasil kajiannya itu yang dari TPS ke TPA dinyatakan tanggung jawab dinas, akhirnya ini masih mundur-mundur," kata mantan Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Serang tersebut.

Dalam rencana awal, armada akan disimpan di kecamatan. Setiap kecamatan diberikan satu sampai tiga armada tergantung dengan volume sampah yang dihasilkan di setiap kecamatan. Begitupun dengan anggaran. Anggaran diberikan bervariasi kepada tujuh kecamatan ini mulai dari Rp500 juta sampai Rp1 miliar, menghitung jarak ke TPA. (fikri)