Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 72 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 56 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 80 | Komentar

Baca


Hanya Sosialisasi, Tapi Tak Sepele


SERANG
– Usianya tidak lagi muda, namun kepedulian mereka untuk menyelamatkan generasi penerusnya dari bahaya narkoba terus dikobarkan, meski yang bisa mereka lakukan hanya memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Puluhan orang dari berbagai latar belakang, seperti tokoh masyarakat, tokoh ulama, anggota DPRD, dan dari latar belakang lainnya yang terhimpun dalam Gerakan Nasional Anti Narkoba (Gannas Annar) Kabupaten Serang mengikrarkan diri untuk memerangi narkoba yang telah merusak generasi di Kabupaten Serang.

Organisasi di bawah naungan Majelis Ulama Indones (MUI) Kabupaten Serang itu melihat, Kabupaten Serang telah menjadi daerah yang sering ditemukannya kasus penyelundupan narkoba dengan jumlah yang tidak sedikit, dari mulai ekstasi, ganja, dan sabu sehingga hal tersebut menjadi kehawatiran bersama.

Kasus-kasus narkoba dalam skala besar yaitu kasus penyelundupan sabu sebanyak 1 ton di Kecamatan Anyer beberapa waktu lalu, penemuan ganja sebanyak 1,6 ton di Kecamatan Pabuaran, penyelundupan ganja 3 ton di Kecamatan Tanara sekitar lima tahun lalu, dan berdirinya pabrik ekstasi terbesar di Indonesia, di Kecamatan Jawilan.

“Data yang masuk ke kami pengguna dan pengedar narkoba yang sudah terungkap ada 55 kasus dan itu sudah diproses secara hukum, tiga lagi masih diproses. Ternyata penggunanya 27 persen pelajar, 20 persen pengangguran dan 50 persen pekerja,” ujar Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, di alua Tb Suwandi, Pemkab Serang, Kamis  (½).

Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Serang itu menuturkan, kasus narkoba di Kabupaten Serang seperti fenomena gunung es dimana kasus yang belum terungkap bisa lebih besar lagi. “Kami berharap ada komunitas-komunitas lain yang dapat mempersempit ruang gerak bagi peredaran narkoba di Kabupaten Serang. Kita harus menyatakan jihad terhadap narkoba,” katanya.

Ketua Gannas Annar Kabupaten Serang Ahmad Dhoifun mengungkapkan, setelah pengukuhan pihaknya akan segera membuat program kerja yang akan menjadi acuan kerja. “Kasus narkoba di Kabupaten Serang sudah pada tingkat yang memprihatinka. Tugas dari Gannas Annar ini untuk pencegahan dengan melakukan penyuluhan ke masyarakat dan sekolah-sekolah akan bahaya narkoba,” katanya. (TANJUNG)