Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 72 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 56 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 80 | Komentar

Baca


Nyaris Rata, Debu Bertebaran Kemana-mana


SERANG
– Kerusakan gunung di beberapa tempat di Kecamatan Bojonegara nyaris sempurna. Namun hampir tidak ada kritik yang disampaikan ke pemilik perusahaan karena sebagian warga menggantungkan hidupnya menjadi kuli di perusahaan penambangan galian C tersebut.

Jika kita melewati Kampung Kedung Banteng, Desa Pengarengan, Kecamatan Bojonegara kita akan melihat pemandangan Gunung Kecakup yang tidak lagi memiliki pohon dan rumput. Tidak ada keindahan dengan gunung tersebut karena nyaris rata setelah aktivitas penambangan yang sudah berlangsung tahunan tersebut mengikis habis gunung tersebut.

Selain itu, jika kita kebetulan melintasi jalan sekitar gunung tersebut menggunakan kendaraan roda dua, sebaiknya menggunakan helm dan masker karena debu dari gunung tersebut akan bertebaran dibawa angin terutama saat musim kemarau. Tidak heran jika mobil yang melewati jalan sekitar gunung tersebut kacanya berdebu dan cepat kotor.

Penyakit Infeksi saluran pernapasan akut (ispa) kerap dikeluhkan warga sekitar, karena jika hujan tidak turun dalam waktu yang cukup lama mereka setiap hari harus menghirup udara bercampur debu. Penebangan pohon di gunung tersebut menyebabkan gangguan pada siklus air dan membuat lingkungan menjadi lebih kering. “Iya ini panas banget padahal lagi musim hujan. Di sini hampir enggak ada pohon besar lagi,” ujar Muhlisin, warga yang kebetulan sedang melintas, Minggu (4/2).

Pria yang sering melewati jalan itu merasa prihatin dengan kondisi gunung yang terus terkikis karena dihawatirkan akan mengancam masa depan wilayah tersebut. “Menurut orang-orang tua di sini sekitar 20 tahun yang lalu alamnya masih bagus, mencari sumber air tidak begitu sulit,” ujar warga Desa Mekar Jaya yang bersebelahan dengan Desa Pengarengan itu.

Manurut Muhlisin, warga tidak dapat banyak berbuat apa-apa dengan rusaknya lingkungan mereka, karena untuk bertani mereka sudah tidak lagi memiliki lahan. “Warga di sini sebagian menjadi kuli di pertambangan sini, sebagian lagi ke pabrik, yang tani hampir sudah enggak ada karena lahannya sudah milik perusahaan semua,” tuturnya. (TANJUNG)