Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 83 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 60 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 86 | Komentar

Baca


Empat Kades Jadi Pengurus Parpol


SERANG
– Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Serang menemukan empat kepala desa (Kades) menjadi pengurus partai politik (parpol) pada verifikasi faktual (verfak) beberapa hari yang lalu. Keempat kades tersebut yaitu, Kades Pengarengan, Kecamatan Bojonegara; Kades Mandaya, Kecamatan Carenang; Kades Pamanuk, Kecamatan Carenang; dan Kades Trate, Kecamatan Kramatwatu.

Anggota Panwaslu Kabupaten Serang Abdurrohman membenarkan terkait empat orang kades yang menjadi pengurus parpol. “Hasil pengawasan verfak kemarin (1-3/2) kita menemukan dugaan keterlibatan kades menjadi pengurus parpol. Hasil pencermatan itu kita jadikan temuan. Sekarang dalam proses klarifikasi dari yang bersangkutan,” kata Abdurrohman saat ditemui di gedung PKPRI, Kota Serang, Selasa (6/2).

Ia menjelaskan, pemanggilan terhadap empat kades yang menjadi pengurus parpol tersebut sebagai upaya pencegahan karena sesuai Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum bahwa kades dan perangkat desa dilarang menjadi pengurus parpol. “Pada saat nanti ada kampanye, parpol dilarang keras melibatkan kades dan perangkat desa dan itu ada ancaman pidananya. Makanya kades-kades tersebut kita panggil,” ujarnya.

Pria yang akrab dipanggil Oman tersebut menuturkan, jika setelah dilakukan klarifikasi para kades tersebut terbukti menjadi pengurus parpol, maka pihaknya akan melaporkan ke atasan mereka. “Kalau terbukti nanti kita sampaikan ke atasannya dalam hal ini lembaga terkait yaitu kepala daerah. Kemudian nanti kita sarankan untuk memilih apakah menajdi pengurus parpol atau tetap menjadi kades, karena kami tidak akan memasung pilihan seseorang,” paparnya.

Lebih lanjut Oman mengatakan, temuan tersebut menjadi pintu masuk bahwa ke depan peserta pemilu harus steril baik dari kades, perangkat desa, PNS, TNI dan Polri. Kita tidak berhenti di empat kades yang sudah kita panggil. Kalau dari informasi diduga masih ada kades yang menjadi pengurus parpol. Kalau nanti kita temukan pasti akan kita panggil dan kita tidak tebang pilih siapapun itu,” katanya.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang menggelar tes tertulis terhadap bakal calon panitia pemilu kecamatan (PPK) yang diikuti sekitar 291 orang. “Dari hasil seleksi administrasi itu ada 300 orang yang lolos, lalu saat ini mereka mengikuti seleksi tertulis, tapi ada sekitar sembilan orang yang tidak ikut, maka secara otomatis mereka dinyatakan gugur,” kata Abidin Nasyar, Komisioner KPU Kabupaten Serang Bidang Pengembangan SDM.

Dari hasil tes tertulis tersebut, lanjut Abidin, pihak KPU akan memilih enam orang terbaik untuk selanjutnya mengikuti tes wawancara. “Pada tes tulis ini soal yang diberikan tentang kepemiluan, teknis kepemiluan, pengetahuan kewilayahan, kemudian tugas dan fungsi PPK apa saja. Sebagai calon anggota PPK mereka harus mengetahui aturan, tata cara pemilihan dan lain sebagainya,” tuturnya. (tanjung)