Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 83 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 60 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 86 | Komentar

Baca


Rastra Gratis, Kades Malah Cemas


SERANG
– Para kepala desa (kades) di Kabupaten Serang menolak data rumah tangga miskin (RTM) yang telah ditetapkan Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai dasar penerima beras sejahtera (rastra), walaupun rastra telah digratiskan. Penolakan dilakukan karena data RTM sudah lama tidak divalidasi, sehingga kerap menimbulkan permasalahan di lapangan karena tidak tepat sasaran.

Kepala Desa Sukacai, Kecamatan Baros, Solihin mengatakan, masalah muncul karena pembagian rastra tidak merata. “Walaupun rastra gratis kami keberatan. Karena pembagian rastra sesuai RTM akan menjadi masalah. Lebih baik tidak gratis tapi pembagiannya merata,” kata Solihin, pada acara sosialisasi pendistribusian rastra di aula Tb Suwandi, Pemkab Serang, Selasa (6/2).

Kepala Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Ojat Darojat meminta pendistribusian rastra agar ditunda terlebih dahulu sebelum ada data yang valid, karena penyaluran rastra di desanya tidak tepat sasaran. “Ini (data tidak valid-red) menjadi bumerang untuk kepala desa, tapi tidak jadi masalah kalau ada validasi ulang data RTM. Masalahnya ini kan menggunakan data lama dan tidak akurat,” ujar Ojat.

Ojat menjelaskan, masyarakat yang seharusnya menerima rastra justru tidak menerima karena tidak terdaftar sebagai RTM, begitu juga sebaliknya. “Jadi jangan terburu-buru didistribusikan karena akan menjadi gejolak di masyarakat. Di desa kami penerima 327 tapi jumlah RTM di desa kami lebih dari itu. Jadi kami minta didata ulang, kalau sudah tepat sasaran tidak jadi masalah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kebonratu, Kecamatan Lebak Wangi Sam'un mengatakan, pendataan ulang jumlah RTM wajib dilakukan, sehingga pemberian rastra tidak menimbulkan masalah. “Kalau pembagiannya merata itu yang kami harapkan, tapi fakta di lapangan tidak seperti itu. Kita akan koordinasi dulu dengan para RT untuk mengajakan data baru yang lebih valid, yang dipakai sekarang kan data 2015,” ujar Sam'un.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang Ahmad Saefudin menilai, wajar jika ada kepala desa yang menganggap ada data yang timpang. “Mungkin kades melihat yang seharusnya dapat tapi justru tidak dapat. Tapi kami sudah meminta ke para kades kalau ada yang seharusnya mendapatkan rastra tapi tidak tercatat sebagai RTM silakan diusulkan secara mandiri kepada kami, nanti akan kita masukan,” kata Saefudin.

Ia memastikan, valiadasi RTM di Kabupaten Serang yang saat ini jumlahnya sebanyak 53.427 dilakukan enam bulan sekali dengan melibatkan kepala desa dan staf desa setempat. “Kalau ada kades yang tidak mengambil rastra silakan membuat pernyataan. Kalau  menolak, sama pemerintah pusat desa itu dianggap mampu, nanti bantuannya diputus termasuk bantuan yang lain seperti kube dan bantuan lainnya,” paparnya.

Kapala Bulog Sub-Divre Serang-Cilegon Fansuri Perbatasari mengatakan, tugas bulog hanya mengantarkan beras sampai ke titik distribusi setelah menerima data dari dinsos. “Perubahan data by name by addres itu kewenangan dinsos, update dan rekap data bukan kewenangan kami. Untuk Kabupaten Serang satu bulan 532 ton karena bantuannya 10 kilogram. Sebelumnya 800 ton karena jumlah bantuannya 15 kilogram. Januari kemarin serapannya 50 persen,” katanya. (tanjung)