Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 83 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 60 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 86 | Komentar

Baca


Rp195,9 Miliar Proyek Sudah Dilelang


SERANG
- Progres lelang barang dan jasa di Kabupaten Serang cukup menggembirakan. Sampai akhir Januari 2018, sudah 61 paket proyek yang dilelang dengan nilai mencapai Rp195,9 miliar.

Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Serang Okeu Oktaviana mengatakan bahwa proyek yang dilelang berasal dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), dan Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara (RSDP). "Malah sampai hari ini sudah ada 74 paket yang masuk," kata Okeu kepada Banten Raya, saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Sampai akhir Februari ini, Okeu menargetkan lelang mencapai 44 persen dari total proyek yang ada di Kabupaten Serang. "Kalau kepala OPD (organisasi perangkat daerah) konsisten dengan RUP (rencana umum pengadaan), insya Allah Juni sudah selesai semua lelang. Makanya kita harapkan kepala OPD konsisten sesuai dengan konsep yang direncanakan," katanya.

Okeu memuji konsep lelang yang dilakukan oleh DPUPR. Selain menjadi OPD paling awal melakukan lelang pengadaan barang dan jasa, DPUPR juga memberikan jadwal secara rinci kapan saja proyek akan mulai dilelang. "DPUPR sudah menyodorkan ke kita jadwalnya. jadi Februari ini ada 56 paket pekerjaan lagi yang akan dilelang.

Kemudian di Januari 20 paket jalan desa, Februari 20 paket jalan desa, dan Maret 40 paket jalan desa. DPUPR sudah memiliki jadwal seperti itu, jadi kita enak. Kalau bisa, semua OPD bisa  begitu sehingga kita bisa memetakan," kata Okeu yang optimistis jika lelang diajukan secepat saat ini, maka potensi gagal lelang seperti yang terjadi tahun lalu, tidak akan terjadi.

"Kalau tahun kemarin tidak di awal seperti saat ini. Mungkin karena ada perubahan OPD itu ya, ada perpindahan kantor juga. Dulu ada bulan tertentu lelang sedikit, tapi bulan tertentu overload. Misalnya juli ada 110 paket yang dilelang, sementara pekerja kita terbatas," katanya.

Terpisah, Kepala DPUPR Kabupaten Serang Hatib Nawawi mengatakan bahwa lelang di awal tahun memang sudah merupakan komitmennya agar program percepatan pembangunan infrastruktur jalan berjalan dengan baik. (fikri)