Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 83 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 60 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 86 | Komentar

Baca


Didata Rutilahu, Sapi'ah Diminta Rp50 Ribu


SERANG –
Sebuah rumah milik Sapi'ah di Kampung Wangon Tari Kolot, Desa Batu Kuwung, Kecamatan Padarincang nyaris ambruk. Rumah itu tidak lagi ditempati karena sebagian atapnya sudah bolong-bolong. Sapi'ah yang memiliki dua orang anak akhirnya numpang hidup di rumah adiknya. Ironisnya, saat didata oleh petugas dari desa tersebut, Sapiah dimintai uang sebesar Rp50 ribu.

Muhammad Abdurohim (47), tetangga Sopiah menceritakan, Sapi'ah yang sudah tidak memiliki suami tinggal bersama adiknya sejak November 2017 lalu. “Iya kita ungsikan, karena kasian kalau tidur pasti kehujanan. Anaknya yang satu masih bareng sama ibunya, tapi yang satu lagi dititipkan ke pesantren. Sehari-hari Ibu Sapi'ah kerjanya jadi buruh tani. Kalau lagi enggak ada kerjaan makan ngandelin adiknya,” kata Rohim, Rabu (7/2).

Rohim mengungkapkan, sampai saat ini belum ada kepastian dari pemerintah desa, kecamatan, maupun Pemkab Serang apakah akan direhab atau tidak. “Sekitar tujuh bulan yang lalu pernah didata sama RT di sini katanya disuruh orang desa katanya mau dibangun, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Malahan waktu didata Ibu Rapi'ah diminta uang Rp50 ribu. Waktu itu dikasih dapat pinjem dari tetangganya,” tuturnya.

Selain itu, Sapi'ah dan tetangganya yang kondisinya sama tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, walaupun mereka telah menerima kartu program keluarga harapan (PKH), kartu Indonesia Pintar, dan juga kartu Indonesia Sehat. “Dikasih kartunya sudah setahun yang lalu tapi tidak pernah ada bantuan. Beras raskin juga kita cuman dapat 3 kilogram, nebusnya perkilogram Rp10 ribu,” paparnya.

Ia beraharap, ada pihak tertantu atau relawan yang memiliki simpati terhadap Sapi'ah sehingga rumahnya bisa diperbaiki, sehingga bisa ditempati kembali. “Kasian melihatnya. Sejak rumahnya tidak di tempati KWHnya dijual sama warga katanya rusak. Padahal enggak tahu sebenarnya rusak apa enggak,” katanya. (tanjung)