Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 504 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 618 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 491 | Komentar

Baca


Banjir Putuskan Transportasi

SERANG - Jalan Raya Serang-Pandeglang di Kampung Sarongge dan Kebon Jati, Desa Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang, diterjang banjir yang menyebabkan arus transportasi terputus hingga dua jam, Selasa (21/9). Pantauan Radar Banten sekira pukul 15.25 WIB, kendaraan tidak dapat melintas dari Serang menuju Pandeglang karena air deras menutup ruas jalan sepanjang 20 meter dengan tinggi setengah meter di Kampung Sarongge. Sebaliknya kendaraan tidak bisa melintas dari arah Pandeglang menuju Serang karena air deras menutup ruas jalan sepanjang 30 meter dan tinggi satu meter di Kampung Kebon Jati.

Dua pengendara motor yang memaksa melintasi ruas jalan di Kampung Kebon Jati yang masih tertutup air deras.

Akibatnya, kedua motor tersebut hanyut dan untungnya pengendara diselamatkan warga. Beberapa pengendara truk yang memaksa melintas dimaki warga karena dikhawatirkan membuat jebol jalan.

Beberapa belas menit kemudian, sejumlah pekerja perbaikan jalan dan jembatan dengan berpakaian biru dari Satker Jalan Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten datang, namun tidak bisa berbuat apa-apa.

VILA BUPATI TERENDAM

Selain memutus ruas jalan Serang-Pandeglang, banjir juga merendam belasan rumah dan kolam ikan milik warga. Tidak ada korban jiwa dari musibah ini, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Di Kampung Sarongge, beberapa warga menangis sambil membawa beberapa perabot rumah tangga yang bisa diselamatkan. Tujuh rumah di kampung ini banjir sekitar satu meter. Selain itu, sebuah musala terendam sekitar lima meter dan hanya terlihat ujung gentengnya.

Banjir menerjang desa ini karena jalan poros desa yang menghubungkan Desa Sarongge dan Sindang Sari, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, terputus akibat dorongan air bandang dari sungai Ciwaka Kecamatan Baros. Di dekat jalan poros desa yang putus ini, terdapat lahan gundul yang akan dijadikan Sport Center oleh Pemprov Banten.

Menurut Aden, salah satu warga Kampung Sarongge, banjir terjadi tiba-tiba disertai suara gemuruh dari areal sekitar lahan Sport Center. Beberapa warga juga kaget melihat luapanair menyembur memotong jalan poros desa Sarongge-Sindang Sari.

“Memang hanya ada tujuh rumah dan satu musala di dekat areal Sport Center yang terendam namun cukup mengagetkan karena suara gemuruh terdengar ratusan meter,” kata Aden. Selain itu, kata dia, Vila Bupati Serang A Taufik Nuriman juga terendam beserta dua kolam ikan yang ada.

Aden mengaku tidak tahu penyebab jebolnya jalan poros desa ini, namun diperkirakan karena gorong-gorong jalan poros desa yang kecil sementara kiriman air dari sungai Ciwaka begitu banyak. “Serapan air juga rendah karena lahan yang akan dijadikan Sport Center dalam kondisi gundul,” ujarnya.

Banjir terparah terjadi di Kampung Kebon Jati, belasan kolam ikan terendam serta menghanyutkan belasan ton ikan emas dan nila. Menurut keterangan salah satu warga bernama Udin, banjir terjadi akibat luapan sungai Ciwaka yang yang melintas dari Kecamatan Baros menuju Kecamatan Curug.

Ia mensinyalir, luapan terjadi akibat penambangan pasir yang ada di Kampung Mayak, Kecamatan Baros. “Saya sudah 25 tahun tinggal di Kebon Jati baru pertama kali ini mengalami banjir,” ujarnya.

Di kampung ini, kata dia, sekitar lima warga terendam namun penghuninya selamat. Menurutnya, yang paling menderita kerugian adalah pemilik kolam ikan di belakang Rumah Makan Karang Kitri karena sekitar 3 ton ikan yang telah disemai terbawa arus banjir. “Kami meminta pemerintah mengantisipasi agar tidak terjadi banjir yang serupa,” ujarnya.

Banjir mereda sekira pukul 17.15 WIB. Beberapa kendaraan baik motor maupun mobil akhirnya bisa melintas perlahan dengan dibantu warga dan dua aparat kepolisian.

Camat Curug Suherman yang datang ke lokasi sekira pukul 16.45 WIB, mengaku heran dengan banjir yang terjadi di Kampung Sarongge dan Kebon Jati. “Saya kaget melihat luapan air yang besar padahal di sekitar kampung ini tidak ada sungai yang rawan banjir,” ujarnya.

BMKG

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Serang memperkirakan debit air hujan yang turun kemarin yakni 4,5 milimeter. Pengamat BMKG Serang Abdul Mutholib mengatakan, debit hujan yang turun masih dalam batas normal.

Abdul memperkirakan, selama dua hari ke depan Serang masih akan diguyur hujan. Tetapi, sama seperti kemarin, debit air hujan yang turun dalam batas normal yakni antara 30 milimeter hingga 50 milimeter per hari. Tetapi, apabila jumlah debit air hujan yang turun antara 50 milimeter hingga 100 milimeter per hari, maka debir air hujan tersebut di atas normal. “Untuk dua hari ke depan, diperkirakan debit air hujan tidak akan mencapai angka itu,” terangnya. Tetapi, kata dia, pada Jumat (17/9), debit air hujan yang turun di Kota Serang sudah di atas normal yakni dalam kurun waktu dua jam, debit air hujan sudah di atas 50 milimeter. (run-nna/alt)

Beri komentar


Security code
Refresh