Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 244 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 267 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 699 | Komentar

Baca


Baso & Daging Dirazia

SERANG - Marak dan hebohnya pemberitaan tentang baso yang dicampuri daging babi, sejumlah lembaga, Selasa (18/12), melakukan pemeriksaan daging dan baso di sejumlah pusat perbelanjaan yang ada di Kota Serang. Razia gabungan ini dilakukan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop), Dinas Pertanian, dan Balai Pemeriksa Obat dan Makanan (POM) Serang. “Pemeriksaan ini untuk mencegah peredaran daging babi. Tetapi sementara ini alhamdulilah tidak ada temuan. Hanya saja ada bakso yang seharusnya ditaruh di tempat paling dingin malah ditaruh di suhu rendah," ujar Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Serang UM R. Hidayat, yang ditemui di sela-sela pengawasan di Mall of Serang, Selasa (18/12).

Hidayat mengungkapkan bahwa sebetulnya untuk pusat perbelanjaan modern itu pihaknya meyakini tidak akan sembarangan memperjualbelikan makanan jika tidak dari produsen yang memang memiliki kepercayaan tinggi. Selain itu pengawasannya ketat dari pihak mal. Meski demikian, prosedur pemeriksaan seperti itu tetap saja perlu dilakukan, setidaknya untuk memastikan. "Yang rawan justru daging baso yang belum dalam kemasan tertutup dan tak memiliki alamat jelas. Dan itu biasanya banyak di pasar tradisional," katanya seraya menambahkan hari ini pemeriksaan akan dilanjutkan dengan memeriksa pasar tradisional.

Staf Pelaksana Perternakan pada Dinas Pertanian Kota Serang Yance Ixwantoro menyatakan bahwa masyarakat dapat membedakan sendiri antara daging sapi dan babi. Daging sapi memiliki warna lebih cerah dan bau khas, sedangkan daging babi lebih pucat. Serat daging sapi juga lebih jelas terlihat, sementara serat daging babi agak lembut dan samar. "Tapi kalau daging babinya sudah dicampur dengan bahan atau daging lain, maka secara kasat mata sulit dibedakan. Itu bisa diketahui hanya dengan melakukan uji laboratorium. Pemeriksaan ini untuk antisipasi saja supaya tidak terjadi pemalsuan daging," ujarnya.

Sementara itu, staf BPOM Serang Erwin Sasmita mengatakan bahwa selain bagian pemantauan peredaran daging babi pengawasan ini juga dilakukan dalam rangka menyambut Natal dan tahun baru. Pasalnya, pada saat itu banyak sekali makanan olahan yang dikemas yang dijual di pusat perbelanjaan. Sementara BPOM bertugas mengawasi makanan olahan dikemas. "Menjelang Natal dan tahun baru pemeriksaan memang diintensifkan. Kita (memeriksa-red) lebih ke arah bahan pangan olahan yang sudah dikemas. Hasil pemeriksaan semua makanan olahan yang dikemas itu memiliki izin edar dan masa kadaluarsa yang masih jauh," ujar Erwin. Pemeriksaan itu sendiri, dilakukan di beberapa pusat perbelanjaan, seperti Mall of Serang, Giant, Carrefour, dan pasar modern Aneka Swalayan. (tohir)