Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 507 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 629 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 496 | Komentar

Baca


Banjir Semakin Meluas, Jalur Arteri Terputus

SERANG – Hujan yang terus mengguyur Banten menyebabkan banjir semakin meluas. Sungai Ciujung dan anak-anak sungainya seperti Sungai Ciliman, Sungai Cilemer, Sungai Cidurian dan lainnya meluap dan menyebabkan banjir dimana-mana. Hingga kemarin siang, banjir telah merendam 46 kecamatan di lima kabupaten/kota, yakni Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Serang.

Ketinggian air banjir pun makin bertambah. Kondisi ini diperparah dengan air laut yang pasang dan ombak tinggi yang meningkatkan luas banjir. “Di Kabupaten Serang, banjir merendam 11 kecamatan yang berdampak pada 3.760 rumah, dengan jumlah penghuni 5.341 jiwa. Ke-11 kecamatan itu adalah Kecamatan Kopo, Binuang, Kibin, Kragilan, Cikande, Tunjungteja, Padarincang, Pamarayan, Bandung, dan Jawilan,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Suyadi Wiraatmaja saat dihubungi Banten Raya.

Menurut Suyadi, untuk banjir di Kabupaten Pandeglang meluas hingga merendam 12 kecamatan, yakni Kecamatan Munjul, Pagelaran, Patia, Sukaresmi, Cisata, Saketi, Picung, Bojong, Sorong, Panimbang, Labuan, dan Mandalawangi. Korban banjir yang dievakuasi terdiri dari 6.062 rumah dengan jumlah penghuni 23.865 jiwa. Banjir juga terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang, tepatnya di lima kecamatan yakni Kecamatan Jayanti, Kresek, Gunung Kaler, Tiga Raksa, dan Solear. Jumlah rumah yang terendam ada 779 rumah dengan jumlah penghuni sebanyak 1.350 jiwa.

“Rinciannya adalah di Kecamatan Jayanti sebanyak 150 KK dengan jumlah 450 jiwa, Kecamatan Kresek sebanyak 437 jiwa dengan jumlah 190 KK, Kecamatan Solear sebanyak 77 KK dan jumlah 210 jiwa, Kecamatan Gunung Kaler ada 65 KK dengan jumlah 150 jiwa,” ujarnya.

Menurut Suyadi, banjir di Kabupaten Lebak juga meluas hingga merendam 12 Kecamatan yakni Rangkasbitung Cibadak, Kalanganyar, Cimarga, Cikulur, Banjarsari, Gunung Kencana, Penggarangan, Wanasalam, Lebak Gedong, Cilograng, dan Muncang. Saat ini jumlah KK yang terkena banjir masih dilakukan pendataan. Data sementara yang masuk ke BPBD Banten pukul 17.00, sebanyak 948 rumah dengan jumlah penghuni 4.797 jiwa. “Banjir juga menimpa satu kecamatan di Kota Serang di Kecamatan Serang, jadi total sementara banjir yang terjadi di Banten menimpa 46 kecamatan di lima daerah,” tuturnya.

Suyadi menambahkan, akibat banjir ini juga menyebabkan, empat orang meninggal dunia, yaitu tiga orang di Lebak dan satu orang di Pandeglang. Tiga korban meninggal di Kabupaten Lebak yaitu Warsiti (65) warga Talun, Desa Panancangan, Kecamatan Cibadak; Dadang (35) warga Kujang Sari, Kecamatan Cibeber; dan Mustopa (16) warga Sindangsari, Kecamatan Sajira. Sedangkan satu orang dari Pandeglang adalah Sari (75).

Suyadi menerangkan, upaya penanganan darurat masih dilakukan oleh BNPB, BPBD Banten, BPBD Kabupaten Serang, Pandeglang, Lebak, Korem 064 Maulana Yusuf, Brimob Polda Banten, Tagana Banten, Dinsos Kabupaten Serang, Dinsos Pandeglang, Dinsos Lebak, Polres Serang, Polres Pandeglang, Polres Lebak, PT MMS dan masyarakat.

Pendirian posko darurat bencana di tiap desa. Pendistribusian personil, peralatan dan logistik untuk membantu masyarakat yang terkena banjir. “Penyaluran bantuan di sejumlah daerah sedikit terganggu akibat listrik yang padam,” ujarnya. Saat dikonfirmasi, Humas PLN Area Banten Utara Muharman Sismanto mengatakan, pemadaman ini dilakukan akibat rumah warga benar-benar terendam. Apabila listrik tetap dinyalakan, maka potensi bahaya akan semakin tinggi terutama adanya arus pendek kiriman dari air. Kondisi itupun diperparah dengan puluhan pohon besar yang tumbang akibat angin kencang dan terjangan banjir.

“Kami tidak mau ambil resiko dengan tetap menyalakan jaringan listrik. Karena, hantaran listrik melalui kayu pohon dan air itu lebih berbahaya dan berpotensi tinggi terjadinya arus pendek dan gangguan listrik massal,” jelasnya. Terpisah, Gubernur Rt Atut Chosiyah saat ditemui usai rapat koordinasi dengan sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pendopo Gubernur mengatakan, Pemprov Banten sudah memiliki rencana jangka panjang dan pendek untuk penanganan banjir tersebut. Untuk jangka panjang, kami terus mengintensifkan pembangunan Waduk Karian di Kabupaten Lebak. Saat ini proses pembebasan lahan untuk waduk masih berlangsung, anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 180 miliar, sudah terpakai Rp 80 miliar. Dari alokasi yang sudah digunakan itu telah membebaskan lahan seluas 535 hektar dari luas keseluruhan kebutuhan 1.635 hektar. Kami rencanakan, pembebasan lahan bisa selesai pada 2013 ini,” ujar Atut.

Sementara, lanjut Atut, untuk jangka menengah, pihaknya mengaku akan mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Sumber Daya Air (SDA) untuk melakukan pembangunan sayap tanggul Bendung Pamarayan dan melakukan sedimentasi. “Bendung Pamarayan sudah mengalami pendangkalan yang cukup parah. Bahkan kalau musim kemarau, ada titik di Bendung Pamarayan digunakan masyarakat bermain bola,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya telah mengusulkan ke pemerintah pusat untuk secepatnya melakukan kekurangan pembangunan 47 Cek Dam yang tersisa dari 55 Cek Dam yang diproyeksikan. Selain itu, Pemprov Banten juga akan mengusulkan penanganan normalisasi Sungai Cijaku, dari muara laut Ciujung sepanjang 92 kilometer. “Cek Dam baru delapan yang selesai, dan rencana kedepan akan dilakukan pembangunan Cek Dam tiga lagi, diantaranya di Cilaku, Cisimeut dan Ciminyak. Kami akan mengupayakan semakismal mungkin, agar banjir-banjir seperti ini, kedepan dapat tertangani dengan baik. Karena, kalau berharap dari Waduk Karian masih lama dan baru akan selesai proses pembangunannya tahun 2017,” ungkapnya.

Kepala Seksi Distribusi Logistik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Subarjo saat ditemui di Pusat Pengendalain Operasional (Pusdalops) Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mengatakan, bantuan yang diberikan BNPB sebagian telah disalurkan ke semua wilayah korban banjir. “Yang sudah kami salurkan Rp 2,14 miliar dari alokasi anggaran sebesar Rp 6,45 miliar yang disiapkan dan telah kami salurkan dalam bentuk makanan, sandang dan peralatan tidur seperti tikar dan selimut,” katanya menjelaskan.

Dari alokasi anggaran Rp 2,14 miliar yang telah disalurkan berupa, tambahan lauk pauk paket sebanyak 1.548 paket, paket sandang sebanyak 599, kidsware 561 paket, family kit sebanyak 1.503 paket, tenda gulung 318 lembar, peralatan dapur 534 buah, selimut 482 lembar, tikar 373 lembar, kelabu 220 lembar, masker 118 lembar, dan kantong mayat sebanyak 171 lembar. “Untuk di Kabupaten Pandeglang saja kami salurkan adalah selimut, kompor bio massa 250 buah, makanan lauk pauk 20 dus, makanan tambahan gizi 20 dus, makanan siap saja 20 dus, makanan tambahan gizi 20 dus, tikar 100 lembar, air mineral 40 dus, kidsware 50 paket, sandang 50 paket, family kids 100 paket,” katanya. (ibah/tohir)