Pasar Kranggot Semakin Semrawut

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 16 Maret 2018 - 10:49:34 WIB   |  dibaca: 221 kali
Pasar Kranggot Semakin Semrawut

Semrawut: Kondisi akses Jalan Pasar Baru Kranggot yang kembali dipenuhi pedagang, Kamis (15/3). Sehari sebelumnya, Jalan Akses Pasar Baru Kranggot tersebut tanpa pedagang lantaran ada Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Kota Cilegon 2018. Ainul Gillang / Banten Raya

CILEGON - Pasar Baru Kranggot yang terletak di Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang sempat menjadi pusat perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon saat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tingkat kota, Rabu (14/3). Saat itu, kondisi pasar tidak semrawut lantaran dilakukan aksi bersih-bersih dan tidak ada pedagang yang yang berjualan di jalan akses masuk pasar.
Sehari berselang, Kamis (15/3), kondisi pasar berbeda dengan sehari sebelumnya. Jalan akses Pasar Kranggot kembali dipenuhi pedagang. Sampah juga kembali menghiasi pasar terbesar di Kota Cilegon tersebut.

Pedagang Ikan di Pasar Baru Kranggot, Karni mengatakan, dirinya tidak berjualan sehari pada Rabu (14/3), lantaran ada kegiatan pembersihan pasar oleh Pemkot Cilegon. Imbauan larangan berjualan pada Rabu itu disampaikan langsung oleh pihak Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Pasar Baru Kranggot. "Tapi, katanya sehari doang acara pembersihan itu, jadi kita-kita jualan lagi hari ini (kemarin-red). Tempatnya saya jualan (Di akses Jalan Pasar Kranggot -red) memang tidak dipungut retribusi, kita jualan saja, kalau di awning mah dipungut, kalau kita masuk ke awning jadi sepi pembeli," kata Karni kepada Banten Raya saat ditemui di Pasar Baru Kranggot, Kamis (15/3) kemarin.

Karni juga mengakui jika pihak UPTD Pasar Baru Kranggot sering melakukan teguran kepada para pedagang. Namun, alasan ekonomi membuatnya kembali berdagang di jalan akses Pasar Kranggot.
 

Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Baru Kranggot Muhibin menampik jika imbauan untuk tidak berjualan di Pasar Baru Kranggot hanya berlaku sehari saat peringatan HPSN 2018 saja. Namun, Ia juga sering mengimbau pedagang untuk berjualan di awning yang masih kosong. "Kita sudah minta ke para pedagang masuk awning, tapi sehari dibilangin, besoknya kembali ke jalan lagi. Alasannya sih biasa karena kalau masuk awning katanya jadi sepi pembeli, tapi kalau semua pedagang masuk awning justru pembeli yang masuk ke awning," ungkapnya.

Dalam hal ini, Muhibin menjelaskan, pihaknya juga secara berkelanjutan melakukan penertiban pedagang yang jualan di akses Jalan Pasar Baru Kranggot. Selain itu, Muhibin juga mengaku akan menjaga kebersihan di Pasar Baru Kranggot. Para tenaga kebersihan juga akan diberi pengarahan untuk menjaga kebersihan kondisi pasar menjelang penilaian Adipura. "Salah satunya pasar menjadi titik pantau penilaian adipura, kita juga sudah rapat dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) untuk menjaga kebersihan pasar," jelasnya.

Muhibin mengklaim, setiap pagi petugas keamanan dan kebersihan Pasar Baru Kranggot setiap pagi juga sudah mengimbau para pedagang. Namun, setelah diimbau para pedagang kembali lagi ke jalan dan ada yang membuang sampah sembarangan. "Bisa dibilang petugas kita dan para pedagang itu kucing-kucingan," katanya. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook