Kredit Warga Banten Rp292 Triliun

syamsul Hadi   |   Bisnis  |   Jumat, 16 Maret 2018 - 11:09:49 WIB   |  dibaca: 584 kali
Kredit Warga Banten Rp292 Triliun

KONFERENSI PERS : Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten Rahmat Herno9wo (tengah), didampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi BantenAgus subono (dua dari kiri) memberikan pemaparan kepada wartawan, di Kantor Perwakilan BI Banten, Jumat (15/3)

SERANG – Penyaluran kredit yang dilakukan oleh bank umum baik syariah maupun konvensional kepada masyarakat dan dunia usaha di Provinsi Banten mengalami peningkatan pertumbuhan.Sepanjang tahun 2017 kemarin, jumlah penyaluran kredit yang disalurkan perbankan sebesar Rp292 triliun. Jumlah ini tumbuh 13,27 persen year on year (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya 11 persen (yoy).

 

Hal tersebut mengemuka dalam acara kajian ekonomi dan keuangan regional (KEKR) yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Kamis (15/3). Kepala Kantor Perewakilan BI Provinsi Banten Rahmat Hernowo menjelaskan, meningkatnya penyaluran kredit di Banten didorong pertumbuhan ekonomi Banten yang meningkat sebesar 5,75 persen year on year. Pertumbuhan itu lebih besar dari triwulan III sebesar 5,63 persen.

 

“Pertumbuhan kredit terutama didorong oleh meningkatnya kredit modal kerja dan kredit investasi, sementara itu, kredit konsumsi tercata mengalamai perlambatan,” kata Rahma Hernowo.Berdasarkan golongan debitur, kredit (lokasi proyek) mayoritas ditujukan untuk debitur korporasi dengan pangsa pasar 59,04 persen, sementara sebesar 40,58 persen disalurkan kepada debitur rumah tangga.

Sedangkan brdasarkan jenis penggunaannya, kredit di Provinsi Banten di dominasi untuk kredit modal kerja dengan nilai Rp128,33 triliun atau dengan pangsa pasar 43,87 persen, diikuti oleh kredit konsumsi dan kredit investasi dengan pangsa pasar masing-masing sebesar 31,94 persen dan 24,19 persen.

Sementara itu, jumlah aset dan dan dana pihak ketiga (DPK) perbankan di Provinsi Banten pada triwulan yang sama justru mengalami perlambatan.Perlambatan aset ini didorong oleh melambatnya pertumbuhan DPK pada akhir tahun 2017 seiring adanya ebijakan penurunan suku bunga oleh beberapa perbankan.

Secara nominal, jumlah aset bank di Banten sebesar Rp197 triliun, dan total DPK yang dihimpun oleh perbankan di Banten pada triwulan IV 2017 sebesar Rp168,84 triliun, tumbuh sebesar 12,65 persen (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 18,95 persen (yoy).Perlambatan DPK didorong oleh melambatnya seluruh komponen DPK yaitu tabungan, deposito, dan giro,” katanya.

Jumlah ini memang tidak imbang. Ini artinya lebih banyak aliran dana yang berasal dari luar Banten masuk ke Banten. Karena aset bank di Banten saja ada Rp197 tirliun. Untuk kredit konsumsi,  umumnya mengalir kepada rumah tangga,” pungkasnya. (ismet)

 

 

Profil syamsul Hadi

syamsul Hadi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook