Polisi Periksa 5 Warga Malaysia

syamsul Hadi   |   Lebak  |   Jumat, 16 Maret 2018 - 13:43:36 WIB   |  dibaca: 502 kali
Polisi Periksa 5 Warga Malaysia

Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto beserta jajarannya mengecek TKP kebakaran di PT Aplus Pacific di Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung, kemarin.

RANGKASBITUNG - Aparat Kepolisian Resort (Polres) Lebak melakukan pemeriksaan terhadap lima orang Warga Negara Asing ( WNA) asal Malaysia yang bekerja di PT Aplus Pacific di Jalan Rangkasbitung-Cikande, tepatnya di Kampung Cikumpul, Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung. Kelima WNA diperiksa karena menjadi saksi atas kejadian kebakaran di ruang produksi PT Aplus Pacific.

 

Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto mengatakan, usai menerima laporan PT Aplus kebakaran, pihaknya langsung menuju lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP). "Untuk sementara, hasil olah TKP penyebab kebakaran dari karyawan sedang melakukan pengelasan, percikan apinya menyambar oli mesin produksi, lalu terbakar," katanya kepada Banten Raya, Kamis (15/3).

 

Menurut Dani, karyawan yang mengerjakan pengelasan dilakukan oleh WNA asal Malaysia. Dimana, PT Aplus merupakan Perusahaan Modal Asing (PMA). "Disitu ada lima orang WNA asal Malaysia dan kesemuanya kita periksa, baik terkait penyebab kebakaran, apakah atas human eror ataukah hal lain dan termasuk legalitas visa dan paspor," tuturnya.

Dijelaskan Dani, legalitasnya diperiksa karena dikhawatirkan menyalahi aturan. "Datang sebagai kunjungan wisatawan, namun nyatanya malah bekerja menjadi karyawan di PT Aplus. Makanya kita cek legalitasnya untuk mengetahui mereka ini tenaga ahli apa bukan," jelasnya.

Diterangkan Dani, terkait penyebab pasti kebakaran perlu menunggu hasil tim porensik Mabes Polri. Diperkirakan hasilnya baru akan diketahui setelah dilakukan pemeriksaan kurang lebih satu bulan. "Saat ini kita sudah periksa lima orang saksi WNA asal Malaysia. Untuk nilai kerugian belum diketahui, karena yang terbakar satu unit mesin produksi, saat kita tanya berapa harganya tidak tau lantaran mesin sudah lama," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lebak Maman mengatakan, terkait legalitas karyawan WNA asal Malaysia di PT Aplus Pacific berada dalam pengawasan Disnaker Provinsi Banten. "Kalau untuk pengawasan WNA kewenangan Disnaker provinsi," katanya. (purnama)

Profil syamsul Hadi

syamsul Hadi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook