Pemeliharaan Irigasi Rp 1,9 Miliar

syamsul Hadi   |   Lebak  |   Jumat, 16 Maret 2018 - 13:45:51 WIB   |  dibaca: 200 kali
Pemeliharaan Irigasi Rp 1,9 Miliar

Saluran irigasi di Kampung Pariuk, Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, yang dipenuhi parit, hingga aliran airnya tersumbat. Poto belum lama ini.(hudaya)

RANGKASBITUNG - Alokasi dana pemeliharaan saluran irigasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lebak melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) 2018 sebesar Rp 1,9 miliar. Dari nilai anggaran tersebut, khusus untuk pengerjaan fisiknya sebesar Rp 1,3 miliar, sedangkan upah pegawai Rp 600 juta.

 

Kepala Bidang (Kabid) SDA DPUPR Kabupaten Lebak, Dade Yanapirandi mengatakan, alokasi dana sebesar Rp 1,9 miliar tersebut diperuntukan bagi 100 titik saluran irigasi yang lokasinya tersebesar di 28 kecamatan. Sedangkan jenis pemeliharaan yang akan dilakukan, yaitu pengerukan pendangkalan, perbaikan pompa badan irigasi, serta pembersihan parit yang kerap menyumbat saluran air irigasi. "Seluruh saluran irigasi yang kami pelihara tahun ini (2018-red) lokasinya yang berdekatakan dengan lokasi persawahan di seluruh Lebak," kata Dade kepada Banten Raya, Kamis (15/3).

 

Ditambahkan Dade, sebelum pelaksanaan pemelihraan dilakukan, pihaknya melakukan survey di 100 titik saluran irigasi yang telah didata. Sedangka tujuaan survey tersebut, yaitu untuk mengetahui secara pasti tingkat penanganan pemeliharaannya. "Misalnya saja untuk saluran irigasi disepanjang Desa Kalanganyar hinga Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, dari hasil survey kami ternyata persoalannya hanya pada bagian parit yang harus kami bersihkan. Begitu pula saluran irigasi di kecamatan lain, harus kami keteahui apakah persoalannya akibat pendangkalan atau akibat hal lain," tambahnya.

Kepala DPUPR Kabupaten Lebak, Wawan Kuswanto menambahkan, saluran irigasi di Lebak seluruhnya untuk kepentingan pengairan persawahan. Oleh karena itu, bila tidak dilakukan pemeliharaan secera rutin, maka dampaknya akan menghambat terhadap pengairan persawahan. "Seperti pemeliharaan yang dilakukan tahun ini, tujuaannya tidak lain untuk membantu petani, agar kebutuhaan air untuk penyuburan tanaman padi selalu terpenuhi," tambahnya.

Ketika ditanya pihak mana yang akan melakukan penegerjaan pemeliharaannya, Wawan mengaku tidak diserahkan kepihak rekanan, melainkan dikerjakan secara swakelola, khususnya oleh tenaga yang biasa digunakan Bidang SDA. "Meskipun kami selalu melakukan pemeliharaan yang dibiayai APBD, namun kami berharap para petanipun memiliki kepeduliaan untuk turut memelihara saluran irigasi sebagai penunjang pengairan dipersawaannya masing-masing," katanya. (hudaya)

Profil syamsul Hadi

syamsul Hadi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook