Delapan Pegawai Mangkir Pelantikan

syamsul Hadi   |   Pandeglang  |   Jumat, 16 Maret 2018 - 13:48:40 WIB   |  dibaca: 225 kali
Delapan Pegawai Mangkir Pelantikan

DILANTIK : Sekda Pandeglang, Ferry Hasanudin melantik 143 pejabat di Oprom Setda Pandeglang, Kamis (15/3).

PANDEGLANG - Delapan dari 143 pegawai Pemkab Pandeglang mangkir saat pelantikan di Oprom Setda Pandeglang, Kamis (15/3). Kedelapan pegawai yang kebanyakan eselon IV b itu tidak hadir dalam pelantikan, dua diantaranya menyatakan sakit.

 

Pelantikan terhadap pejabat eselon III, IV, dan fungsional kesehatan itu dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Ferry Hasanudin.Dalam sambutannya, sekda menginstruksikan Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Pandeglang untuk menindaklanjuti pejabat yang tidak hadir untuk diberikan teguran sesuai aturan. Dia menilai seharusnya semua pegawai bisa memenuhi undangan. "Catat BKD. Tanyakan kepada bersangkutan kenapa tidak hadir? Apakah suratnya tidak sampai atau bagaimana. Apakah ada keperluan lain," tegas Sekda.

Ferry yang juga Ketua Baperjakat Pandeglang mendukung, BKD mencoret nama pegawai yang tidak hadir dalam pelantikan. Menurutnya, pelantikan ini sebagai bentuk kebutuhan organisasi untuk mengisi kekosongan jabatan di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). "Bagus. Harus begitu. Tapi nanti kita cek dulu. Pelantikan bagian dari pada ketaatan dan tepat waktu sebagai konsekuensi jabatan," katanya.

Selain itu, Ferry juga mengingatkan pegawai yang dilantik agar menolak jika ada oknum yang meminta uang pelicin karena melanggar aturan. "Dalam pelantikan tak ada yang bermain uang. Jangan terjabak dengan uang, tidak baik. Alhamdullilah saya yang menjabat sekda tidak pakai uang. Saya harap dimana pun kita ditempatkan jangan berpikir berorientasi mencari hal-hal uang. Kita harus tanggung jawab kepada pelayanan dasar untuk masyarakat," imbuhnya.

Kepala BKD Pandeglang, Ali Fahmi Sumanta menuturkan, akan memanggil delapan pegawai yang tidak menghadiri undangan pelantikan untuk diberikan teguran. Menurutnya, sebagian besar mereka itu adalah pegawai mantan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT). "Delapan itu kita juga belum tahu. Tadi ada dua yang sakit. Nanti kita panggil. Kebanyakan mereka eselon IV b atau kasubag," tuturnya.

Fahmi menjelaskan, jika pegawai itu tidak memberikan keterangan dengan benar, Fahmi mengancam akan mencoret nama mereka dari daftar pelantikan. "Kalau mereka sengaja tidak memberikan keterangan jelas. Jabatan ini kan mudah, kita berhentikan saja. Kita bilang saja dia tidak disiplin. Artinya, akan kita pertimbangkan mereka dari jabatan yang sekarang. Kalau tidak begitu, nantinya kebiasaan," tegasnya. (yanadi)

Profil syamsul Hadi

syamsul Hadi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook