Warga Butuh Lapangan Pekerjaan

syamsul Hadi   |   Metro Serang  |   Jumat, 16 Maret 2018 - 13:59:45 WIB   |  dibaca: 182 kali
Warga Butuh Lapangan Pekerjaan

SERANG- Penelitian yang dilakukan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) tahun 2018 menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat Kota Serang pada skala kota adalah kebutuhan akan adanya lapangan pekerjaan. Kebutuhan akan pekerjaan itu lebih tinggi bila dibandingkan dengan kebutuhan lain seperti pengelolaan sampah dan upaya pengentasan kemacetan.

 

Akademisi Untirta Gandung Ismanto mengatakan bahwa hasil penelitian mengenai problem Kota Serang dalam 5 tahun selalu sama dan berkutat pada masalah yang sama. Hanya saja peringkatnya yang berbeda dan kerap berubah-ubah presentasinya dari tahun ke tahun. Tahun 2018 ini masalah yang muncul paling tinggi adalah mengenai pengangguran, dan harapan adanya lapangan pekerjaan. Masalah lain yang muncul adalah mengenai pengelolaan sampah, pengelolan pasar tradisional agar lebih tertib, penanganan kemacetan, dan lainnya.
"Tahun sebelumnya masalah pengangguran juga muncul tapi tidak setinggi tahun ini," kata Gandung usai Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Serang tahun 2019, di Le Dian Hotel, Kamis (15/3).

Dari data ini dapat dilihat bahwa, meski Kota Serang mengalami kemajuan di beberapa bidang, tetapi hal itu belum tuntas. Masih berulangnya masalah di Kota Serang karena fokus prioritas pembangunan mengabaikan prioritas sektor lain. Salah satu prioritas yang diabaikan itu adalah sektor pertanian yang dalam RPJMD sebelumnya tidak menjadi prioritas karena fokus pada perdagangan dan jasa. Padahal sektor pertanian menyerap tenaga kerja sebesar 19 persen.
"Akibat pengabaian ini infrastruktur pertanian seperti irigasi banyak yang rusak dan kepemilikan lahan berpindah tangan," ujarnya.
Gandung menyatakan, dengan dimasukkannya prirotas pertanian pada RKPD tahun 2019 akan sedikit mengatasi masalah pengangguran. Ia menegaskan bahwa segala kebijakan harus didasari pada penelitian, sehingga RKPD tidak hanya bernilai politis melainkan berpijak pada argumentasi yang ajeg dan berdasar. Dengan demikian diharapkan kebijakan yang ditelurkan akan menyelesaikan masalah yang ada.

Walikota Serang Tubagus Haerul Jaman mengatakan bahwa untuk tahun 2019, selain masih fokus pada pelayanan dasar seperti kesehatan, infrastruktur, dan pendidikan, Kota Serang juga akan mempriortaskan bidang lain seperti peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan pertanian. Hal ini untuk memastikan ketahanan pangan di Kota Serang.
“Tahun 2019 kita tetap melanjutkan pelayanan dasar tetapi selain itu juga fokus pada upaya ketahanan pangan,” ujarnya.
Jaman mengaku pada tahun 2017 ada beberapa program yang belum mencapai target 100 persen. Meski demikian bila melihat indikator pembangunan hampir semua bidang mengalami kenaikan. Karena itu pada tahun 2018 ini adalah masa untuk menyelesaikan RPJMD saat ini.
“Dari serapan anggaran kita juga meningkat pada tahun 2017,” katanya.

Kepala Bappeda Kota Serang Djoko Sutrisno mengatakan bahwa sesuai dengan undang-undang nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional, dan undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah bahwa pemerintah daerah diwajibkan menyusun dokumen RKPD (rencana kerja pemerintah daerah) sebagai perwujudan dari perencanaan pembangunan tahunan daerah. Salah satu tahapan yang harus dilalui dalam proses penyusunan RKPD adalah penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).


“Musrenbang RKPD Kota Serang tahun 2019 merupakan forum antar pemangku kepentingan sebagai media interaktif dalam bermusyawarah untuk bermufakat oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dalam rangka menyusun perencanaan pembangunan daerah dengan memadukan program dan kegiatan prioritas tahun 2019 antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kota Serang, dan aspirasi masyarakat guna mewujudkan Kota Serang yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya. (tohir)
 

Profil syamsul Hadi

syamsul Hadi

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook