PLN Pantau Dugaan Pencurian Listrik di Stadion

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 19 Maret 2018 - 14:47:12 WIB   |  dibaca: 713 kali
PLN Pantau Dugaan Pencurian Listrik di Stadion

PENCURIAN LISTRIK : Warga menchage telepon genggamnya di colokan yang menggantung di pohon di sekitar Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, kemarin.

SERANG- PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Banten Utara akan memantau aktivitas penggunaan listrik di Stadion Maulana Yusuf Ciceri. Sebab ada aduan dari masyarakat yang melaporkan dugaan penyalahgunaan listrik di wilayah tersebut.

Humas PT PLN (Persero) Banten Utara Tata Mohamad Fatah mengatakan bahwa ada laporan penggunaan listrik di Stadion Maulana Yusuf Ciceri yang diduga ilegal. Meski demikian pihaknya belum bisa memastikan hal tersebut karena harus diinvestigasi terlebih dahulu kebenarannya. “Kalau belum turun ke lapangan, kita takut salah menyampaikan informasi,” ujar Tata, Minggu (18/3).

Tata mengatakan bahwa PT PLN (Persero) Banten Utara sudah memasang stasiun pengisian listrik umum (SPLU) di Stadion Maulana Yusuf Ciceri untuk memfasilitasi kebutuhan listrik di wilayah tersebut. Sebab banyak pedagang di sana yang membutuhkan listrik, khususnya bila berjualan pada malam hari. Bila pedagang atau masyarakat menggunakan listrik dari SPLU maka tindakan itu merupakan tindakan yang legal.“Makanya harus dilihat dulu dari mana mereka ngambil listriknya. Apakah dari SPLU atau dari tiang langsung,” ujarnya.
 
Namun bila listrik itu diambil bukan dari SPLU, maka hal itu adalah ilegal. Karena itu dalam waktu dekat tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL)  PT PLN (Persero) Banten Utara akan menginvestigasi masalah ini. Tata mengatakan bahwa mengambil listrik tidak dari SPLU tidak hanya berbahaya bagi pengguna listrik, melainkan juga berbahaya bagi orang lain.
“Bila sambungan listriknya tidak sesuai standar maka akan menimbulkan kecelakaan dan bisa saja melenyapkan nyawa,” katanya.

Ia mengatakan bahwa atas laporan masyarakat tersebut ia akan menyampaikannya kepada tim P2TL. Bila laporan itu sudah disampaikan maka dalam waktu dekat biasanya tim P2TL akan turun untuk menginvestigasi kebenaran laporan tersebut.


Pantauan Banten Raya di sejumlah pohon di Stadion Maulana Yusuf Ciceri terdapat stop kontak yang kerap digunakan selain oleh pedagang yang berjualan juga oleh warga yang ingin mengisi daya perangkat elektronik mereka. Berdasarkan data Banten Raya sepanjang tahun 2016 terjadi 811 kasus pelanggaran dengan pencurian listrik oleh 811 pelanggan PT PLN (Persero) Rayon Serang. Akibat pelanggaran ini, PT PLN (Persero) rugi Rp 1,1 miliar. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook