Sampah Sumbang PAD Rp 800 Juta

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 19 Maret 2018 - 15:00:29 WIB   |  dibaca: 201 kali
Sampah Sumbang PAD Rp 800 Juta

PAD SEKTOR SAMPAH : Seorang pengendara melintas di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung di Kecamatan Cilegon, Minggu 918/3). Pemkot Cilegon meruap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 800 juta dari sampah yang dibuang ke TPSA Bagendung.

CILEGON - Sampah adalah barang yang menjijikan. Namun, siapa sangka bahwa dari sampah tersebut Kota Cilegon mendapat Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 800 juta pada 2017 lalu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon Ujang Iing mengatakan, PAD dari retribusi sampah pada 2017 sebesar Rp 800 juta. Retribusi sampah sendiri didapat dari kubikasi sampah yang dibuang masyarakat atau industri. "Jadi, setiap kubik sampah yang dibuang ke TPSA (Tempat Pembuangan Sampah Akhir) Bagendung itu dikenakan retribusi dihitung per kubikasi," kata Ujang kepada Banten Raya, Minggu (18/3).


Dijelaskan Ujang, tahun 2018 pihaknya menambah target PAD dari retribusi sampah menjadi Rp 825 juta. Meski peningkatan tidak terlalu signifikan, namun Ia mengklaim jumlah tersebut jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. "Pada 2014 saja PAD dari retribusi sampah hanya sekitar Rp 200 juta, ini perlahan sudah naik. Tahun lalu target kita Rp 800 juta itu tercapai, tahun ini kita targetkan Rp 825 juta mudah-mudahan tercapai lagi," jelasnya.

Penerimaan retribusi sampah, tambah Ujang, bukan hanya dari sampah industri, melainkan sampah rumah tangga juga terkena retribusi. Namun, retribusi sampah biasanya dikumpulkan secara kolektif oleh pihak Rukun Tetangga (RT) atau Rukun Warga (RW). "Kalau sampah industri, itu kan langsung kita tagih setiap bulannya ke industri. Melalui surat jalan truk pengangkut sampah dari industri itu terlihat kubikasinya," tambahnya.


Ditegaskan Ujang, dari sumbangan PAD retribusi yang meningkat, pihaknya juga akan terus melakukan pembenahan dalam pelayanan kebersihan. Saat ini, DLH Kota Cilegon sedang menargetkan adanya transfer depo sampah di setiap kecamatan.

Hal itu dilakukan, agar sampah dari rumah tangga tidak langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung, melainkan dipilah dulu di transfer depo, karena ada beberapa sampah yang bisa didaur ulang. "Ini juga untuk memperpanjang usia TPSA Bagendung. Saat ini, yang ada transfer depo baru di Kecamatan Cibeber di Perumnas, di Rawa Arum Kecamatan Grogol, dan yang akan dibangun tahun ini (2018-red) di Sambirangon di Kecamatan Cibeber. Idealnya itu tiap kecamatan dua transfer depo," tegasnya.


Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 pada DLH Kota Cilegon, Mochammad Teddy Soeganda mengatakan, PAD dari retribusi sampah memang setiap tahun meningkat. Dalam beberapa tahun ke depan, bisa saja PAD dari retribusi sampah bisa mencapai Rp 1 miliar. "Itu kalau per kubiknya retribusi sampah dikenakan biaya Rp 45 ribu," katanya.


Pada 2017 lalu, tambah Teddy, setiap harinya TPSA Bagendung menerima sampah dari rumah tangga maupun industri itu sekitar 760 kubik. Jumlah tersebut, semakin hari bisa semakin bertambah. "Makanya TPSA Bagendung dilakukan pengembangan oleh Satker (Satuan Kerja) DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Provinsi Banten untuk penambahan kapasitas," tambahnya. (gillang)

 

 

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook