Saham KBS Segera Dilepas

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 19 Maret 2018 - 15:06:21 WIB   |  dibaca: 629 kali
Saham KBS Segera Dilepas

BONGKAR MUAT : Suasana aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Cigading milik PT Krakatau Bandar Samudra (KBS), kemarin.

CILEGON - Anak perusahaan PT Krakatau Steel (KS) yang bergerak di bidang kepelabuhanan yaitu PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) akan segera melepas saham ke publik melalui penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO). Hal itu dilakukan, karena anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu akan mengembangkan usaha pelayanan kepelabuhan.

Direktur Utama (Dirut) PT KBS, Tonno Sapoetro mengatakan, IPO dilakukan untuk pengembangan perusahaan. Bukan hanya mendapatkan dana segar, tapi juga untuk peningkatan pelayanan perusahaan. Ia menargetkan pada November 2018, saham PT KBS sudah masuk dalam Bursa Efek Indonesina (BEI). "Analisa awal untuk IPO kita ini nilainya Rp 1,5 triliun dari hitungan konsultan. Tapi, nanti bisa meningkat sampai Rp 3 triliun," kata Tonno kepada Banten Raya, kemarin.

Menurut Tonno, awalnya PT KBS dilirik oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II untuk melakukan kerjasama. Namun, karena PT Pelindo II tersebut mempunyai bisnis di bidang pelabuhan umum, maka hal itu membuat PT KBS khawatir akan membahayakan kepelabuhanan untuk PT KS grup. "Kita kan 70 persen pelayanan untuk PT KS grup, seperti Krakatau Posco, Krakatau Nippon Steel dan lain-lain. Sementara 30 persen lainnya untuk umum, sedang PT Pelindo kan untuk umum," tuturnya.


Dijelaskan Tonno, pada 23 Maret 2018 pihaknya akan melakukan presentasi di Kementerian BUMN RI terkait rencana IPO tersebut. Dimana, pada 2018 hanya ada sekitar lima perusahaan BUMN saja yang segera melakukan IPO. "Ini salah satu cara untuk mendapatkan dana segar selain dari perbankan," jelasnya.


Tonno menegaskan, alasan yang menguatkan untuk segera melakukan IPO itu adalah peningkatan pendapatan dan laba perusahaan selama sepuluh tahun terakhir. Selain itu, jumlah pelayanan barang di PT KBS juga mengalami peningkatan, sehingga sangat potensial untuk melakukan penjualan saham ke publik.


"Pada 2017 lalu, pelayanan kepelabuhan sebesar 18 juta ton dalam setahun. Tahun ini (2018-red), ditarget meningkat menjadi 20 juta ton. Ini juga didukung oleh kebijakan Pemerintah Pusat terkait kebijakan kemaritiman. Saya rasa untuk bisnis kepelabuhanan tidak ada yang rugi, ini sangat positif," tegasnya.


Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT KBS Dedi Juwanda mengatakan, terkait IPO memang sudah direncanakan. Selain itu, PT KBS saat ini juga sedang mengembangkan dermaga. "Jumlah dermaga saat ini 17 unit, mau dikembangkan jadi 19 dermaga, karena memang pelayanan kepelabuhan untuk melayani kebutuhan PT KS grup meningkat," katanya.


Dedi menambahkan, pelayanan di dermaga Pelabuhan Cigading saat ini masih untuk curah kering. Ke depan pengembangan untuk pelayanan bongkar muat semen. "Selain itu, kita juga menyediakan dermaga khusus untuk Krakatau Posco di dermaga V dan Dermaga VI. Ini sedang ada pembangunan dermaga VII untuk pelayanan Krakatau Osaka Steel dan Krakatau Nippon Steel," tambahnya. (gillang)

 

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook