Sungai Karangantu Terus Menyempit

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Senin, 19 Maret 2018 - 13:52:41 WIB   |  dibaca: 399 kali
Sungai Karangantu Terus Menyempit

SERANG – Sungai Karangantu di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, semakin hari semakin menyempit oleh senimentasi lumpur. Saat ini lalu lalang perahu hanya dapat dilakukan oleh satu perahu.


Aris, salah seorang nelayan Karangantu, membenarkan kondisi ini. Ia mengatakan bahwa sungai Karangantu semakin sempit akibat lumpur yang lama mengendap dan mengeras. Akibatnya air hanya mengalir di tengah sungai dan di daerah itulah perahu bisa melaju.

 

Sementara di kiri kanan pinggir sungai tidak bisa dilalui perahu karena lumpur sudah mengeras di sana.“Perahunya harus jalan satu-satu. Kalau papasan dua perahu enggak bisa dan harus ngalah salah satu,” kata Aris, Minggu (18/3).


Aris yang sudah menjadi nelayan selama 40 tahun itu menyatakan bahwa sedimentasi lumpur di sungai Karangantu itu sudah berlangsung bertahun-tahun dan tidak pernah dikeruk oleh pemerintah. Seingatnya sudah sekitar lima tahun atau lebih tidak ada aktivitas normalisasi sungai Karangantu. Akibatnya lumpur semakin mengeras dan membuat sungai mengecil. Adanya kapal yang sudah tidak terpakai di pinggir sungai Karangantu semakin membuat sungai mengecil.


“Banyak kapal udah enggak dipake tapi kalau kita ambil buat kayu bakar juga takutnya yang punya minta ganti. Harusnya pemerintah yang menangani masalah ini,” ujarnya.
Aris mengungkapkan bahwa sudah saatnya pemerintah menormalisasi sungai Karangantu agar kedalamannya kembali normal. Juga agar bangkai perahu yang sengaja dibiarkan pemiliknya berada di pinggir sungai diangkut atau ditertibkan.

 

Dalam kondisi sekarang perahu hanya bisa melewati sungai ketika pasang, yaitu pada pagi hari. Maka ia pun melaut setelah salat Subuh karena saat itu air pasang. Namun ketika siang apalagi sore saat air laut surut maka sedimentasi akan tampak sangat nyata dan menyebabkan perahu susah melintasi sungai.

 

Jangankan perahu besar perahu kecil seperti yang dimiliknya yang hanya 1 gross ton saja susah bila sudah siang hari ketika akan melintasi sungai Karangantu.“Belum lagi banyak sampah. Jadi baling-baling sering kena sampah dan kita terpaksa harus nyebut buat ngebersihin baling-baling dari sampah,” tuturnya.


Mujirohman, anggota DPRD Kota Serang daerah pemilihan Kasemen, mengatakan bahwa kewenangan menormalisasi sungai Karangantu merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Banten. Karena itu antara Pemerintah Provinsi Banten dengan Pemerintah Kota Serang perlu ada komunikasi dan sinergi dalam mengatasi sedimentasi sungai Karangantu. Ia membenarkan sudah lama tidak ada normalisasi sungai Karangantu.“Kurang lebih sudah 3 atau 4 tahun tidak ada normalisasi,” ujarnya.


Mujirohman menyatakan bahwa sedimentasi sungai Karangantu membuat para nelayan kesusahan saat akan berangkat ke laut atau saat akan sandar ketika pulang. Untuk itu Pemerintah Provinsi Banten dengan Pemerintah Kota Serang harus segera membuang sedimentasi lumpur di sungai tersebut agar nelayan bisa leluasa saat melaut.“Harusnya minimal setahun sekali sungai dinormalisasi. Selain sungai Karangantu sungai Cengkok juga sudah parah sedimentasinya,” ujar politisi PKPI ini. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook