Iuran Rp10.000 Untuk Beli Material

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Senin, 19 Maret 2018 - 14:13:19 WIB   |  dibaca: 338 kali
Iuran Rp10.000 Untuk Beli Material

GOTONG-ROYONG : Warga dari tiga desa memperbaiki jalan penghubung Kota Cilegon-Kabupaten Serang, Minggu (18/3).

SERANG - Harapan warga memiliki jalan yang layak untuk dilalui kendaraan tidak juga ada perbaikan dari pemerintah. Lantaran tidak ingin kecelakaan terus terulang, warga memutuskan memperbaiki jalan yang mereka lalui setiap hari dengan cara iuran.

Jika kita kebetulan melewati jalan penghubung Kota Cilegon-Kabupaten Serang, tepatnya jalan raya Pakuncen-Tamansari pada hari Minggu kita akan melihat puluhan warga dari Desa Mekar Jaya, Pankuncen, dan Pengarengan yang terdiri dari laki-laki dan perempuan sedang bergotong royong memperbaiki jalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer tersebut.


Perbaikan jalan dilakukan setiap hari Minggu dan sudah berjalan enam pekan. Warga melakukan gotong royong karena warga prihatin dengan kondisi jalan yang setiap hari rusaknya semakin parah. Tidak jarang kecelakaan terjadi di jalan tersebut karena selain kondisi jalan yang rusak, sepanjang sisi jalan terdapat tebing tinggi.


Agar jalan layak untuk dilalui, warga mengecor titik-titik yang mengalami rusak parah dengan menggunakan campuran batu koral, pasir dan semen namun tidak menggunakan besi. Untuk membeli material tersebut warga melakukan iuran. “Beli materialnya dari hasil sumbangan. Jadi yang punya motor bayar Rp10.000,” kata Royani, salah seorang warga, Minggu (18/3).


Selain sumbangan dari pemilik kendaraan, sumbangan juga diperoleh dari penjual material yang ada di wilayah Merak yang menyumbang secara sukarela tanpa diminta warga. “Kalau satu keluarga punya motor empat jadi bayarnya Rp40.000 ribu. Alhamdulillah setiap seminggu bisa belanja material walaupun kalau sudah dipasang dapatnya sedikit,” tuturnya.


Pria yang berprofesi sebagai guru madrasah tsanawiyah itu mengungkapkan, perwakilan warga telah melakukan berbagi upaya agar jalan di wilayahnya bisa dibangun. “Sudah kita sampaikan ke pemerintah daerah agar dibeton tapi sampai sekarang belum ada kabar. Terakhir kita audiensi dengan Ketua DPRD Provinsi Banten (Asep Rahmatullah-red) tapi belum ada hasil juga,” paparnya.


Royani berharap, pemerintah daerah dapat segera memperbaiki jalan tersebut karena perbaikan yang dilakukan warga hanya bersifat sementara dan mudah rusak jika sering dilewati kendaraan. “Pernah siangnya dicor terus malamnya ada hujan besar, pas dilihat pagi-pagi corannya sudah enggak ada terbawa air. Semoga bisa dibangun secara permanen,” katanya. (TANJUNG)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook