165 Balita Menderita Gizi Buruk

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Senin, 19 Maret 2018 - 14:27:32 WIB   |  dibaca: 350 kali
165 Balita Menderita Gizi Buruk

PERIKSA KESEHATAN : Tim medis dari Puskesmas Baros memeriksa kesehatan Tajul, balita penderita kelainan genetik, di rumahnya di kawasan Kecamatan warunggunung.

 

RANGKASBITUNG - Jumlah penderita gizi buruk di Kabupaten Lebak ternyata mencapai 165 Bayi Dibawah Lima Tahun (Balita). Dimana, jumlah Balita yang tersebar di 340 desa/kelurahan di Kabupaten Lebak mencapai 116.014 balita. Para penderita gizi buruk itu tengah diintervensi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi, penimbangan badan dan pemeriksaan kesehatan di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) serta Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).


Kepala Dinkes Kabupaten Lebak, HM Sukirman mengatakan, dari hasil pemantauan dan inervensi Dinkes, para penderita gizi buruk itu rata-rata dari kalangan keluarga kurang mampu. Namun demikian, agar kondisi gizi buruk tersebut bisa dipulihkan dan tidak memiliki penyakit penyerta, maka pihaknya rutin melakukan program PMT dan pemeriksaan kesehatan lainnya yang melibatkan tim medis dari masing-masing Puskesmas. "Harus diketahui bahwa 165 balita yang menderita gizi buruk itu terus kami intervensi agar kondisinya semakin membaik," kata Sukirman kepada Banten Raya, kemarin.


Ditanya soal penyebab kematian balita bernama Amira (11 bulan) asal Kampung Pasir Haur, Desa Malingping Selatan, Kecamatan Malingping, Sukirman menerangkan bahwa pihaknya sudah melakukan langkah-langkah intervensi terhadap Amira sejak berusia enam bulan. bahkan, Amira sempat diopname selama dua kali. Namun, akibat penyakit penyerta seperti TBC, dwond syindrom serta suspec pnemoni ditubuhnya, maka pada Kamis (15/3) lalu Amira meninggal dunia. "Jadi. penyebab kematiannya bukan gizi buruk melainkan tiga penyakit penyerta ditubuhnya," terang Sukirman.


Ditambahkan Sukirman, terkait empat orang yang mengalami kelumpuhan, yakni Asep (21), Wiwi (16), Awa (14), serta Tajul (35 bulan) itu juga bukan akibat gizi buruk atau polio, melainkan kelainan genetik. Sejak 2011 lalu, pihaknya mengintervensi kondisi empat adik kaka tersebut dengan cara membawanya ke rumah sakit dan memberikan bantuan kursi roda.


Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak, Dede Jaelani mengatakan, persoalan gizi buruk dilatarbelakangi akibat perkonomian, sehingga program pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang sejak beberapa tahun terakhir dilakukan lintas sektoral akan kembali ditingatkan. Bahkan, agar mampu melibatkan keluarga kurang mampu, maka pihaknya akan kembali melakukan pengawasan ketat terhadap semua program peningkatan perekonomian agar tepat sasaran. (hudaya)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook