Dua Anak Perusahaan KS Dimerger

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 20 Maret 2018 - 12:31:13 WIB   |  dibaca: 2385 kali
Dua Anak Perusahaan KS Dimerger

BIAR TAK BENTROK : Penandatanganan nota kesepahaman antara PT Krakatau Bandar Samudra (KBS) dengan Dana Pensiun Krakatau Steel (DPKS) terkait dengan pengambilalihan dua perusahaan di Hotel Royale Krakatau, Cilegon, Senin (19/3).

CILEGON -  Dua anak perusahaan PT Krakatau Steel (KS) yakni PT Multi Sentana Baja, dan PT Wahana Sentana Baja akan dimerger dan diakuisisi oleh PT Krakatau Bandar Samudera (KBS).


Rencana pengambilalihan dua perusahaan di bidang logistik tersebut mulai dibahas oleh PT KBS dan Dana Pensiun Krakatau Steel (DPKS) melalui memorandum of understanding kedua pihak yang dilakukan di The Royale Krakatau Hotel, Senin (19/3).


Direktur Utama (Dirut) PT KBS Tonno Sapoetro mengatakan, pihaknya mengakuisisi PT Multi Sentana Baja dan PT Wahana Sentana Baja karena keduanya memiliki core bisnis yang sama di bidang logistik. “Logistik ini kan hubungannya dengan kepelabuhanan, kita punya kompetensi itu terkait logistik, jadi disederhanakan saja, untuk logistik di bawah PT KS nanti KBS yang mengelola,” kata Tonno.


Dikatakan Tonno, akuisisi tersebut sudah mendapat persetujuan dari Dana Pensiun Krakatau Steel (DPKS) selaku lembaga yang membawahi dua perusahaan tersebut. Saat ini, pihaknya masih mempersiapkan permasalahan administrasi. “Kita target dua bulan ke depan dua perusahaan tersebut sudah bisa kita akuisisi,” tutur pria asal Pandeglang ini.


Proses akuisisi juga sepengetahuan PT KS sebagai perusahaan induk. Proses persetujuan hanya dalam lingkup komisaris PT KS saja, tidak perlu sampai ke Menteri BUMN RI Rini Soemarno. “Semua BUMN seperti Pertamina, Pelindo, dan BUMN lain sudah punya perusahaan logistik, kita baru akan mulai, ke depan untuk logistik PT KS akan lebih efisien,” akunya.


Akuisisi dua perusahaan tersebut, lanjut Tonno, diharap akan menambah nilai tawar PT KBS dalam rencana penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO). “Nilai tawar akuisisi ini saat ini masih dievaluasi,” terangnya.


Tonno menambahkan, saat ini PT KBS memiliki pendapatan sekitar Rp900 miliar. “Dari revenue itu sekitar Rp 900 miliar itu, 30 persennya dari pelayanan logistik, sisanya untuk kepelabuhanan,” jelasnya.


Direktur DPKS Haris Setijosasono mengatakan, dua perusahaan yang dimerger dalam kondisi sehat. “Dulu PT KS kan belum punya angkutan untuk logistik, dari DPKS membentuk dua perusahaan PT Multi Sentana Baja dan PT Wahana Sentana Baja, tapi sekarang untuk lebih fokus dua perusahaan ini dimerger ke PT KBS, karena core bisnisnya sebetulnya sama. Dulunya PT Wahana untuk transportir dan PT Multi untuk bongkar muat di Pelabuhan,” terangnya. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook