Ular Piton 4 Meter Masuk Pabrik Tepung

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 21 Maret 2018 - 11:21:20 WIB   |  dibaca: 87 kali
Ular Piton 4 Meter Masuk Pabrik Tepung

DILEPAS : Petugas BKSDA Jawa Barat Wilayah Serang menerima piton berukuran 4 meter dari PT PK yang ditemukan di area pabrik, Selasa (20/3).

CILEGON - Ular sanca kembang atau dalam bahasa latin Phyton Reticulatus sepanjang kurang lebih 4 meter diamankan petugas keamanan pabrik tepung PT Pundi Kencana (PK) di Kawasan Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) II, Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, kemarin.


Ular tersebut pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan perusahaan tersebut. "Semalam petugas yang jaga shift 3 saat berpatroli pada pukul 1.30 WIB melihat ular melintas menuju semak-semak yang tidak jauh dari pagar pembatas area pabrik. Petugas tersebut langsung melaporkan dan meminta bantuan kepada petugas keamanan lainnya," kata Supriji, petugas keamanan PT Pundi Kencana kepada Banten Raya.


Supriji tak tahu pasti ular tersebut datang darimana. Hanya saja area pabrik PT PK yang cukup luas dan beberapa diantaranya dipenuhi dengan semak-semak menjadi lokasi sarang ular. "Untuk keamanan maka ular tersebut ditangkap," jelasnya.


Sementara itu, Humas PT PK Eman Faturohman mengungkapkan, manajeman mendapatkan kabar ditemukannya ular pukul 01.00 oleh pihak kemanan. "Agar tidak menimbulkan ancaman bahaya bagi pekerja maka ular tersebut kami perintahkan untuk diamankan. Tidak jelas dari mana mungkin karena memang binatang reptil maka nalurinya ada untuk mencari tempat yang nyaman dan diarea pabrik memang berapa waktu yang lalu sempat dilakukan pembersihan terutama tempat yang memiliki semak yang tinggi," jelasnya.


Atas saran beberapa pekerja, piton tersebut diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat Wilayah Serang. "Di pabrik ada beberapa karyawan penyuka hewan reptil yang menyarankan untuk dibawa dan diserahkan kepada pihak yang berwenang yaitu BKSDA Jawa Barat Wilayah Serang," terangnya.


Eman mengungkapkan, atas kejadian adanya piton tersebut pihak manajemen telah memberikan instruksi kepada pihak pengamanan untuk meningkatkan kewaspadaan khususnya di area pabrik yang bersemak.


Petugas BKSDA Jawa Barat Seksi 1 Serang Uday Udaya mengatakan ular tersebut termasuk satwa yang tidak dilindungi oleh undang-undang. “Kita telah menerima penyerahan hewan ini secara sukarela dari seseorang yang bernama Candra Angga Rahmayandan, warga Cilegon. Karyawan swasta,” ujar Uday.


Uday mengaku hewan tersebut kini telah dilepasliarkan ke habitat asalnya. Ia pun mengimbau kepada masyarakat tidak segan-segan untuk menyerahkan satwa liar lainnya kepada pihak BKSDA. “Satwa liar itu kita lepasliarkan untuk negara melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. Dalam hal ini seksi konservasi wilayah 1 Serang Bidang KSDA wilayah 1 Bogor Balai Besar KSDA Jawa Barat,” tuturnya. (uri/rbnn)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook