Mandul, Perda KTR Bakal Ditinjau Ulang

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 21 Maret 2018 - 12:17:36 WIB   |  dibaca: 218 kali
Mandul, Perda KTR Bakal Ditinjau Ulang

MALAH MUBAZIR : Ruangan untuk merokok atau smoking area di samping gedung DPRD Kabupaten Serang jarang digunakan karena anggota DPRD lebih memilih merokok di ruangan masing-masing, Selasa (20/3).

SERANG – Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) akan ditinjau ulang terutama terkait dengan penekanan sanksi yang diberikan kepada pelanggar perda tersebut. Pasalnya, sudah tiga tahun setelah diundangkan perda tersebut tidak berjalan dengan efektif. Itu terlihat masih banyaknya aparatur sipil negara (ASN) dan anggota DPRD yang merokok di sembarang tempat.


Ketua DPRD Kabupaten Serang Muhsinin mengatakan, penerapan penindakan terhadap pelanggar perda KTR belum berjalan optimal, sehingga para pelanggar perda merasa tidak bersalah. “Penindakan di dalam perda harus benar-benar, jadi perda KTR itu perlu ditinjau ulang, direvisi kembali karena mungkin ada hal-hal yang perlu dilakukan penekanan,” kata Muhsinin, saat ditemui di gedung DPRD, Selasa (20/3).


Muhsinin mengaku telah meminta Dinas Satpol PP Kabupaten Serang untuk menindak pelanggar perda KTR agar perda tersebut tidak mandul dan berjalan efektif. “Kalau dikatakan dewan pelanggar tertinggi karena memang mayoritas pecandu rokok adalah anggota DPRD, ahli hisap semua. Agak sulit untuk tidak melanggar termasuk saya sendiri. Yang penting jangan waktu rapat paripurna saja merokoknya,” ujarnya.


Namun demikian, politisi Partai Golkar itu menilai, kesadaran ASN dan anggota DPRD agar tidak merokok di tempat yang dilarang oleh perda harus lebih ditingkatkan lagi, terlebih tempat merokok telah disediakan. “Jadi ke depan imbauannya harus dipertajam lagi. Kalau memang perdanya dianggap cukup tinggal kita-kitanya yang menjalankan. Sebenarnya mah tidak perlu direvisi kalau kita menyadari masing-masing,” paparnya.


Sementara itu, Pjs Sekda Pemkab Serang Agus Erwana mengimbau agar para ASN di lingkungan Pemkab Serang dapat menyesuaikan diri untuk merokok di tempat yang telah disediakan. “Kita sampaikan, paling tidak mereka harus bisa menyesuaikan, kalaupun dia perokok tidak merugikan orang lain dan merokok di tempat yang sudha disiapkan. Perlu ada kesadaran untuk mematuhi aturan yang ada,” kata Agus.


Ia berharap, penerapan perda KTR secara bertahap dapat berjalan dengan baik karena saat ini perda tersebut belum berjalan dengan maksimal. “Pelaksanaan penerapannya bertahap. Pada umumnya hampir di setiap dinas dan bagian telah disediakan tempat-tempat merokok termasuk juga di kantor-kantor kecamatan juga. Satgas juga sudah bekerja tinggal kesadaran kita masing-masing untuk mentaati aturan yang ada,” ujarnya.


Terpisah, Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Hulaeli Asyikin mengungkapkan, pelanggaran perda KTR hampir terjadi di setiap kantor organisasi perangkat daerah (OPD) terkeculai Dinkes dan RSPD. “Setiap OPD belum disiplin untuk menjalankan perda KTR. Kita terus berkoordinasi dengan dinkes dalam penegakan perda KTR karena leading sektornya ada di dinkes. Sosialisasi terus kita lakukan tapi ya pelanggaran masih tinggi,” tuturnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook