Bupati Tegur Kepala Desa

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 21 Maret 2018 - 12:21:19 WIB   |  dibaca: 386 kali
Bupati Tegur Kepala Desa

BERIKAN KUIS : Bupati Serang Rt Tatu Chasanah bersama Kabag Kesra pemkab Serang Lukman Harun (kanan) memberikan kuis berhadiah sepeda kepada kepala desa saat Musrenbang Tingkat Kabupaten Serang Tahun 2018 berlangsung di lapangan tennis indoor Pemkab Serang, Selasa (20/3).

SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menggelar musyawarah rencana pambangunan (Musrenbang) rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2019. Pada kesempatan itu Bupati Serang Rt Tatu Chasanah menegur dan mengingatkan para kepala desa (Kades) agar tidak menjadi provokator di tengah-tengah masyarakat, seolah-olah Pemkab Serang tidak peduli kepada mereka.


Tatu mengimbau agar para kades di Kabupaten Serang fokus dan searah dengan program prioritas Pemkab Serang dalam melaksanakan program di desanya. “Kita memprioritaskan pembangunan jalan, di desa pun harus memprioritaskan pembangunan jalan. Kita sudah sepakat membangun jalan dengan adanya perda percepatan infrastruktur jalan,” kata Tatu, di lapangan Tenis Indoor, Selasa (20/3).


Ia menegaskan bahwa para camat dan kades di Kabupaten Serang merupakan satu kesatuan yang berkewajiban menjelaskan program Pemkab Serang kepada masyarakat. “Jadi tidak boleh ada provokasi. Yang saya kaget, ada di medsos salah satu kepala desa memprovokasi masyarakat bahwa pemda tidak peduli terhadap masyarakat. Kalau seperti ini bisa menjadi persoalan lain lagi,” ujarnya.


Tatu menegaskan, Pemkab Serang akan memberikan bantuan ambulans desa pada 2019 mendatang bagi desa yang sanggup mengalokasikan anggaran untuk operasional dan perawatan mobil. “Beberapa proposal sudah ada yang masuk memberikan pernyataan sanggup untuk menyediakan anggaran untuk operasional, pemeliharaan dan perawatan. Apapun alasannya ke depan tidak boleh ada lagi pasien yang diangkut menggunakan pikap,” katanya.


Selain  itu, dalam Musrenbang RKPD 2019 tersebut Pemkab Serang melaunching 24 aplikasi pelayanan online yang diharapkan semuanya bisa berjalan optimal. “Sekarang ini pelayanan harus dilakukan dengan cepat, tepat, dan transparan terutama perijinan karena itu yang disyaratkan oleh KPK, juga untuk memudahkan para investor yang masuk ke Kabupaten Serang,” paparnya.


Dari 24 aplikasi pelayanan online tersebut diantara terdapat aplikasi milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) yang dinamakan Sipejantan (sistem pelaporan jalan dan jembatan) dimana masyarakat bisa menyampaikan keluhan terkait jalan melalui aplikasi tersebut. “Masyarakat bisa menyampaikan keluhannya, ruas jalan mana, berapa kilometer yang rusak, nanti langsung ditanggapi PU,” jelas Tatu.


Lebih lanjut Tatu menjelaskan, adanya pelayanan online tersebut untuk lebih memudahkan pelayanan, sehingga masyarakat tidak harus secara fisik datang ke Pemda Serang. “Jadi masyarakat tidak harus ketemu, kemudian terkait dengan adanya tim saber pungli juga ini lebih aman dan masyarakat dengan jarak yang jauh juga terbantu,” katanya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook