Tak Ada Telur Palsu

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 21 Maret 2018 - 14:31:15 WIB   |  dibaca: 305 kali
Tak Ada Telur Palsu

NIHIL : Pedagang Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang menata telur agar terlihat menarik oleh para calon pembeli, kemarin. Beredarnya informasi adanya telur palsu membuat masyarakat resah, namun hasil investigasi petugas Disperindag Banten tidak ditemukan adanya telur palsu.

SERANG- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten memastikan jika informasi beredarnya telur yang diduga palsu di sejumlah wilayah di Banten tidak terbukti. Kesimpulan itu didapat berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan pihaknya.


Kepala Disperindag Banten Babar Soeharso mengatakan, setelah muncul informasi adanya dugaan telur palsu, pihaknya langsung menerjunkan tim investigasi ke lapangan. Tim diturunkan ke Kota Cilegon dan Serang. Hasilnya tidak ada telur palsu.

“Kita cek ke lapangan langsung sejak hari Minggu kemarin. Ada informasi kita kroscek ke Cilegon, kita hubungi kepala (Disdagperin) Cilegon dan cek ke lapangan, Alhamdulillah tidak terbukti (tidak ada). Kemarin juga di Serang, tapi sama tidak terbukti, mudah-mudahan ini tidak akan pernah sampai ke Banten,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela acara pra musrenbang rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Provinsi Banten di Hotel Marbella, Kabupaten Serang, Selasa (20/3).


Ia menjelaskan, tidak terbuktinya peredaran telur yang diduga palsu didapat berdasarkan beberapa temuan saat melakukan investigasi. Pertama, keterangan dari pedagang kecil tak ditemukan adanya indikasi yang mengarah ke sana. Kedua, peredaran telur palsu dinilai tak mendasar karena saat ini harga telur di pasaran sedang stabil.

Ketiga, hasil sampel random yang diambil Disperindag pun tak satu pun yang terbukti sebagai telur palsu. “Telur ini logika saja, pertama harga terkendali, motivasi jual telur palsu kayaknya enggak masuk akal dari sisi bisnisnya. Kecuali kalau telur langka harga melonjak. Ujung tombak informasi ada di pedagang kecil, mereka juga pasti jeli soal itu. Kami juga terus investigasi tertutup, supaya tidak ada preseden menuduh, kita praduga tak bersalah dulu,” paparnya.


Meski belum terbukti adanya peredaran telur palsu, namun Disperindag tak akan menurunkan kewaspadanaannya. Saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Satgas Pangan dari kepolisian serta Disperindag kabupaten/kota untuk terus melakukan pengawasan di lapangan setiap harinya.  

“Untuk masyarakat tidak usah khawatir, kita pantau terus bekerjasama dengan teman-teman kabupaten/kota. Kedua, kita juga saling berbagi informasi ke Satgas Pangan Polda dan Polres yang sama-sama memantau. Sebelum itu terjadi bisa tercegah,” ungkapnya.


Disinggung soal masyarakat yang sudah kadung resah dengan informasi beredarnya telur palsu, Babar mengaku bahwa pemprov selalu melawannya dengan investigasi. Tak lupa, pihaknya juga terus memantau arahan dari pusat mengingat telur palsu sudah menjadi isu nasional.


“Kita antisipasi dari sisi mengimbangi itu dengan melakukan investigasi. Tapi kan kita tidak dengan terbuka melakukan investigasi karena sama halnya kita memercayai hoax, tidak memercayainya tapi kita melakukan investigasi untuk menjawab keresahan masyarakat,” tuturnya.


Sebelumnya, Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi menyatakan bahwa adanya isu telur palsu yang berasal dari plastik menurutnya tidak ada di Kota Cilegon. Edi menilai, adanya telur yang diduga palsu tersebut kemungkinan karena proses penyimpanan telur yang kurang baik. Atas dasar itu, Edi meminta instansi terkait  untuk memantau peredaran telur. "Pembeli juga jeli dalam membeli, dilihat dulu kualitasnya. Tapi, saya meyakini sih di Cilegon telurnya asli," tuturn.


Edi menambahkan, kalau ada video atau gambar telur palsu di dunia maya, agar masyarakat tidak buru-buru memercayainya. "Kita ambil sampel ini di Pasar Kranggot tidak ada (telur palsu)," tambahnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook