Dihibahkan, Pengusaha Minta Uang

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Rabu, 21 Maret 2018 - 14:37:09 WIB   |  dibaca: 381 kali
Dihibahkan, Pengusaha Minta Uang

TAK TERIMA : Seorang pengusaha asal Tangerang berbincara kepada wartawan usai diperiksa di Kejari Pandeglang, Selasa (20/3).

PANDEGLANG - Delapan pengusaha kembali diperiksa penyidik pidsus Kejari Pandeglang, Selasa (20/3). Mereka dimintai keterangan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi proyek Program Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (P3T) tahun 2015 di Kabupaten Pandeglang.


Terungkap, sejumlah pengusaha menghibahkan proyek yang dikerjakannya karena tidak dibayar oleh pemkab.Namun, pengtusaha itu meminta kompenasai kepada warga atas pekerjaannya meskipun dihibahkan.


Diketahui, banyak pengusaha yang mengerjakan proyek berupa pembangunan MCK (Mandi Cuci Kakus) dan Sarana Air Bersih (SAB) yang menggunakan anggaran bantuan dari Pemprov Banten itu tidak memiliki kontrak dan surat perintah kerja (SPK).


Informasi yang diperolah, delapan pengusaha yang diperiksa itu diantaranya adalah Direktur CV RPM berinisial RI, Direktur CV AJ berinisial YA, Direjtur PT MPSK berinisial AH, dan Direktur CV BJ berinisial IN. Pemeriksaan dilakukan secara bergiliran dimulai pukul 08.00 hingga pukul 17.00. Usai diperiksa, para pengusaha tampak kelalahan.


Kepala Kejari Pandeglang, Nina Kartini membenarkan sudah memeriksa delapan pengusaha. Dalam pemeriksaan kali ini, kata kajari, penyidik menemukan beberapa kejanggalan dalam proses penunjukan pemenang proyek P3T oleh SKPD terkait ke pengusaha.


"Hasil pemeriksaan ada beberapa pekerjaan yang menyalahi aturan. Ada juga pekerjaan yang sudah beres tapi dihibahkan pengusaha ke masyarakat. Meskipun dihibahkan pengusaha itu minta penggantinya atau kompensasi atas pekerjaan yang tidak dibayar,” tegasnya.


Kajari menerangkan, selain pengusaha di atas, pihaknya juga akan terus mendalami dugaan korupsi proyek P3T dengan memanggil puluhan pengusaha lainnya. Jika para pengusaha itu tidak hadir, kata kajari, penyidik bisa melakukan pemanggilan secara paksa. "Pekan ini rencananya 22 pengusaha yang dipanggiluntuk memberikan keterangan sebagai saksi. Kalau tidak hadir akan kami panggil terus menerus. Bila tidak, penyidik boleh menjemputnya dengan caranya sendiri," terangnya.


Salah seorang pengusaha berinisial AH mengaku tidak mengetahui perusahannya mendapatkan proyek P3T. "Saya sampaikan, belum pernah tanda tangan kontrak (proyek P3T). Lokasi pekerjaannya juga tidak tahu dimana, dan PPK-nya juga saya tidak tahu,” katanya.


AH mengakui, perusahaannya dititipkan kepada kenalannya di Pandeglang. Hal itu dilakukan agar mempermudah, karena dirinya tinggal di Tangerang."Memang perusahaannya punya saya yang dititipkan ke seseorang supaya ketika mendapat pekerjaan mempermudah surat menyurat. Karena kantor saya di Tangerang, saya juga tinggal di Tangerang," ungkapnya.
AH mengancam akan melakukan somasi terhadap pihak manapun yang merugikan dirinya atas penggunaan perusahannya.


“Pokoknya saya tuntut balik mulai pengusaha maupun PPK-nya. Katanya perusahaan saya dapat dua pekerjaan dengan nilai anggaran Rp 400 juta. Namun saya juga kurang tahu, saat pencairan juga tidak ada laporan ke saya," katanya. (yanadi)


 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook