Panwaslu Panggil Ketua DPC PDI Perjuangan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 21 Maret 2018 - 14:49:14 WIB   |  dibaca: 227 kali
Panwaslu Panggil Ketua DPC PDI Perjuangan

KLARIFIKASI : Pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Cilegon memberikan klarifikasi kepada Panwaslu, Selasa (20/3).

CILEGON – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cilegon memanggil Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Cilegon Reno Yanuar. Pemanggilan tersebut dilakukan untuk meminta keterangan atas dugaan adanya kampanye disalah satu media elekteronik yang dilakukan sebelum masa kampanye dimulai atau mencuri start kampanye, sehingga Reno diduga melanggar Undang-undang (UU) Nomor 7/2017 Tentang Pemilihan Umum (Pemilu) dan Keputusan Bersama (KB) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI), Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Dewan Pers yang tertuang dalam surat KPU RI Nomor 216/PL/01.5-SD/06/KPU/II/2018, dimana sudah melakukan kampanye sebelum masa yang ditentukan oleh KPU.


"Waktu atau masa kampanye itu sudah diatur dalam UU Nomor 7/2017 dan KB Nomor 216/PL/01.5-SD/06/KPU/II/2018 yaitu dilaksanakan selama 21 hari dan berakhir sampai dengan dimulainya masa tenang atau 23 September sampai dengan 13 April 2019. Parpol (Partai politik) juga dilarang membuat dan menayangkan iklan kampanye dilembaga penyiaran, media masa (Cetak dan elekteronik-red) dan media daring. Berdasarkan hasil pengawasan, kami menemukan adanya unsur kampanye yang dilakukan oleh Ketua PDI Perjuangan (Reno Yanuar-red) disalah satu media elekteronik (Radio-red), sehingga kami memanggil dan meminta keterangan," kata Ketua Panwaslu Kota Cilegon Siswandi kepada Banten Raya, Selasa (20/3).


Siswandi menjelaskan, selain memanggil Reno Yanuar Panwaslu Kota Cilegon juga memanggil salah satu unsur pimpinan media elektronik untuk dimintai keterangan terkait dengan penayangan iklan yang dilakukan yang dianggap melakukan kampanye. "Selain dari pihak PDI Perjuangan kami juga memanggil pimpinan radio yang menayangkan iklan ini," jelasnya.


Siswandi mengungkapkan, usai memanggil pihak terkait Panwaslu Kota Cilegon dalam 14 hari kedepan akan melakukan kajian terkait dengan dugaan adanya pelanggaran kampanye yang dilakukandan akan diputuskan dalam sidang pleno komisioner Panwaslu Kota Cilegon.

 "Dalam 14 hari kedepan kami akan melakukan kajian dan mengambil keputusa dalam pleno Panwaslu Kota Cilegon. Jika ada pelanggaran maka kami akan merekomendasikannya kepada yang berwenang. Untuk Parpol jika terbukti ada pelanggaran administrasi kami akan rekomendasikan pemberian sanksi kepada KPU Kota Cilegon dan jika ada pelanggaran hukum maka kami akan berikan kepada Gakumdu (Penegakan Hukum Terpadu). Sementara untuk medianya sendiri kami akan serahkan kepada KPI," ungkapnya.


Sementara itu, Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPC PDI Perjuangan Tb Amri Wardana menuturkan, keluarga besar DPC PDIP datang kekantor Panwaslu Kota Cilegon dalam rangka memenuhi undangan untuk memberikan klarifikasi terhadap dugaan adanya pelanggaran yang dilakukan dan PDI Perjungan telah menerangkan jika yang ada di media elektronik tersebut hanya himbauan mengajak kepada kebaikan bukan unsur kampanye seperti yang diduga oleh Panwaslu Kota Cilegon. "Kedatangn kita kesini keluarga besar PDI Perjuangan Kota Cilegon dalam rangka memenuhi undangan klarifikasi dari Panwaslu Kota Cilegon terkait imbauan Ketua PDI Perjuangan (Reno Yanuar-red) di sebuah radio, itu saja. Tidak ada kampanye dan klarifikasi saja terkait itu tadi (Iklan media-red). Panwaslu akan melakukan kajian-kajian sebab belum ditemukan apapun dalam iklan tersebut karena imbauan tersebut adalah imbauan untuk berbuat kebajikan saja. Panawaslu juga kami berikan kesempatan untuk melakukan kajian. Tidak ada pelarangan yang dilakukan hanya kelarifikasi," tuturnya.


Ketua DPC Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Cilegon Supriyadi mengatakan, pihaknya akan tetap menunggu hasil kajian dari Panwaslu Kota Cilegon terkait dengan temuan yang dilakukan oleh Panwaslu. PDI Perjuangan juga siap menunggu panggila berikutnya. "Kami tunggu hasil kajian dari Panwaslu. Kami juga siap menunggu panggilan kedua. Kalau kami mengkaji tidak ada dugaan dan ajakan secara politik dalam iklan ini kecuali kalimat Reno Yanuar sebagai Ketua DPC PDI P Kota Cilegon ditemuan itu (Temuan Panwaslu-red)," katanya. (uri)    
       

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook