Cak Imin: Pemuda Jangan jadi Follower

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Kamis, 22 Maret 2018 - 11:04:00 WIB   |  dibaca: 136 kali
Cak Imin: Pemuda Jangan jadi Follower

AJAK MANDIRI : Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar memberikan orasi ilmiah dalam Wisuda Diploma, Sarjana, dan Magister Untirta di Kota Cilegon, Rabu (21/3).

CILEGON – Sebanyak 900 mahasiswa Untirta diwisuda di The Royale Krakatau Hotel Cilegon, Rabu (21/3). Peserta wisuda terdiri dari 33 orang lulusan program Diploma III Ekonomi, 720 orang lulusan program sarjana, dan 147 orang lulusan program magister.


Dalam kesempatan tersebut hadir tokoh nasional Muhaimin Iskandar yang biasa akrab disapa Cak Imin. Ketua Umum DPP PKB tersebut juga sempat memberikan orasi ilmiah di hadapan ratusan wisudawan dan wisudawati serta civitas akademika Untirta. Dalam orasinya Cak Imin mengajak agar lulusan Untirta menjadi insan yang mandiri. “Mandiri adalah semangat yang sudah diperjuangkan oleh Soekarno dengan Marhaenismenya. Sementara kemanusiaan atau humanisme adalah gagasan Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid yang sudah diakui oleh dunia dan sudah terbukti memberi  kemaslahatan bagi bangsa,” katanya.


Menurut Cak Imin, perpaduan paham Soekarno dan Gus Dur telah membawa kebaikan bagi bangsa ini. “Saya padukan dua paham tersebut menjadi Soedurisme. Sudur berasal dari bahasa Arab yang mempunyai arti dada. Dengan demikian maka di dada setiap warga negara Indonesia mari kita tumbuhkan kemandirian dan kepercayaan diri untuk bersaing. Dan di
balik dada kita ada hati. Hati ini mar i kita fungsikan untuk mengedepankan kemanusiaan,” terangnya.


Dalam orasinya tersebut, Cak Imin juga berharap agar Untirta turut serta menyiapkan diri dengan generasi mudanya. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki masa depan Indonesia. “Apalagi kini bangsa kita tengah memasuki bonus demografi,” ujarnya.


Kata Cak Imin, Indonesia memasuki bonus demografi dengan jumlah angkatan muda paling besar di dunia. “Dengan persentase 40 persen total dari jumlah penduduki kita. Jadi kita harus sudah menyiapkan generasi muda yang handal dan berkualitas,” tutur keponakan almarhum Gus Dur ini.


Dalam hal ini Cak Imin menuturkan tiga hal untuk menyambut bonus demografi. “Di antaranya kepemimpinan harus kuat. Pemuda jangan hanya menjadi follower (pengikut/pengekor). Tapi sebaliknya harus tumbuh menjadi leader atau pemimpin sekaligus entrepreneurship yang andal,” tuturnya.


Sementara yang kedua, Cak Imin menyebut Indonesia jangan selamanya tunduk pada pasar yang berlaku. Jika hal ini dilakukan maka Indonesia menjadi kokoh dan tampil sebagai pemenang. “Dan ketiga, pelaku ekonomi di Indonesia harus tumbuh dalam jumlah yang besar. Saya berharap para wisudawan dan wisudawati bisa menjadi salah satu di antaranya yang mampu menjalankan dan bisa memanfaatkan momentum bonus demografi ini,” harapnya.


Rektor Untirta Prof Dr Sholeh Hidayat meminta para alumni Untirta tidak berhenti belajar. “Lahan pengetahuan dan pengalaman terbuka luas di dalam kampus kehidupan nyata. Alam terkembang menjadi lahan yang subur untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperluas cakrawala pandangan para wisudawan dan wisudawati,” kata Sholeh.


Kata Sholeh, di alam yang luas tersebut, juga bisa sekaligus menjadi lahan pengabdian dan untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan selama belajar di Untirta. “Inilah peran strategis para alumni Untirta. Baik yang sedang dan kelak bekerja di instansi pemerintah, swasta, lembaga politik, atau menjadi wirausahawan mandiri sangat diharapkan kontribusinya membangun masyarakat Indonesia dan masyarakat Banten khususnya,” imbuh Sholeh.


Namun, ketika ditanya apa latar belakang mengundang Cak Imin untuk memberikan orasi ilmiahnya, Sholeh hanya menjawab, jika pihaknya tidak hanya mengundang Cak Imin. Tapi Ketua MPR RI Zulkifli Hasan juga pernah diundang untuk memberikan orasinya. “Tidak ada tujuan apa-apa dengan mengundang Cak Imin. Karena kita juga pernah mengundang Pak Zulkifli Hasan. Tapi jika yang ditanya apakah karena sama-sama berlatar belakang NU (Nahdlatul Ulama), mungki bisa jadi benar juga,” tandasnya. (mam/rbnn)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook