Pulang Berobat, Bapak-Anak Terlindas Truk

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 22 Maret 2018 - 11:32:49 WIB   |  dibaca: 1519 kali
Pulang Berobat, Bapak-Anak Terlindas Truk

TRAGIS : Dari atas searah jarum jam, warga mengangkat tubuh Ariman untuk dievakuasi setelah terlibat kecelakaan di JLS Kota Cilegon, Rabu (21/3).

CILEGON – Nasib tragis dialami Ariman (50), dan anaknya Agus Setiawan (24), warga Lingkungan Sambi Kecek, Desa Cigedong, Kecamatan Mancak. Keduanya tewas setelah terlindas truk bernomor B 9095 UFU milik PT Sinar Fajar Cahaya Suryatama pengangkut kimia abu batu bara di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kilometer 10, Lingkungan Kubang Lesung, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil, Rabu (21/3) pukul 15.00 WIB.


Kejadian bermula saat Ariman yang dibonceng Agus baru saja pulang berobat dari salah satu klinik di Citangkil menuju arah Pondok Cilegon Indah. Di lokasi kejadian, Agus mengerem motornya untuk menghindari lubang di jembatan. Disaat bersamaan, persis kendaraan dump truk melaju kencang di belakang motor tersebut. Karena posisi jalan menurun, sopir tidak bisa mengerem secara mendadak dan menerjang motor. Keduanya masuk kolong dan terlindas. Agus tewas seketika karena separuh badannya terlindas, sementara Arman yang bagian kakinya hancur, sempat bertahan, namun akhirnya juga meninggal dunia sebelum dibawa ke rumah sakit.


“Persis mereka (korban) mengerem untuk menghindari atau berjalan pelan karena di jembatan memang ada lubang. Posisi dump truck di belakang melaju sangat kencang karena posisinya turunan. Mungkin sopir tidak sempat melakukan rem sehingga akhirnya menerjang pengendara motor, pengemudi motor persis masuk kedalam kolong dan terlindas separuh badannya dari kepala sampai dada,” kata Yusuf, warga lingkugan Kubang Lesung, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil kepada Banten Raya, Rabu (21/3).


Usai menabrak motor tersebut, kata Yusuf, sopir dump truk langsung melarikan diri.  “Begitu mengetahui menabrak motor dan korban terkapar, sopir dump truk langsung kabur. Hanya ada sopir tanpa ada kernet,” jelasnya.


Sementara itu, salah satu anak korban Dodi Irawan yang ada di lokasi kejadian menerangkan, bapak dan adiknya tersebut baru saja menebus obat dari salah satu klinik. “Setelah mendapatkan informasi, saya dan keluarga langsung ke lokasi. Saya langsung melihat adik yang meninggal karena terlindas. Sementara bapak masih hidup cuma payah karena pendarahan dari kaki yang terlindas. Kurang lebih setelah setengah jam baru dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan,” terangnya.


Penyidik Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Cilegon Briptu Danny Susanto mengaku belum bisa menyimpulkan penyebab terjadinya kecelakaan. Pihak kepolisian masih mengumpulkan data dan bukti dalam kecelakaan tersebut. “Belum bisa disimpulkan apa penyebab dan bagaimana kronologi kecelakaannya. Kami sedang mengumpulkan data. Jika sudah ada nanti kami sampaikan. Namun, dari yang terjadi sopir langsung kabur,” ungkapnya. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook