Komisi I Cecar KPU

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 22 Maret 2018 - 12:51:58 WIB   |  dibaca: 313 kali
Komisi I Cecar KPU

SERIUS : Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Serang Uhen Zuhaeni (kanan) saat pertemuan antara Komisi I DPRD Kota Serang dengan Panwaslu dan KPU Kota Serang di ruang Aspirasi DPRD Kota Serang, Rabu (21/3).

SERANG- Komisi I DPRD Kota Serang kemarin mengundang KPU Kota Serang untuk membahas perkembangan Pilkada Kota Serang. Bertempat di ruang Aspirasi DPRD Kota Serang sejumlah anggota Komisi I DPRD Kota Serang mencecar KPU dan Panwaslu dengan sejumlah isu yang muncul selama proses Pilkada Kota Serang.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Serang Uhen Zuhaeni mengatakan bahwa membaca ada 29 ribu lebih pemilih yang hilang di Kota Serang menimbulkan sejumlah pertanyaan. Apalagi jumlah 29 ribu merupakan jumlah yang sangat banyak.“Ini kenapa bisa seperti ini nah ini lah yang ingin kita ketahui,” kata Uhen menjelaskan mengapa Komisi I memanggil penyelenggara Pilkada Kota Serang.

Selain persoalan pemilih yang menyusut, Komisi I juga mempertanyakan mengapa ada 10 ribu pemilih yang masih belum memiliki KTP elektronik. Padahal, salah satu syarat pemilih bisa menyalurkan suaranya bila ia mampu memperlihatkan KTP elektronik atau surat keterangan saat di tempat pemungutan suara (TPS). Komisi I pun ingin mengetahui sudah sejauh mana sosialisasi Pilkada dilakukan. Sebab di media massa ia tidak menemukan adanya iklan pengumuman Pilkada seperti pilkada sebelumnya.


“Kalau memang ada 10 ribu pemilih yang belum merekam atau belum memiliki KTP elektronik atau suket segera koordinasikan dengan disdukcapil. Jangan sampai dilakukan saat mepet,” ujarnya.

Uhen mengatakan bahwa diskusi dengan KPU dan Panwaslu ini sebagai upaya kontrol yang dilakukan DPRD selaku mitra agar Pilkada Kota Serang berjalan dengan baik. Selain itu anggota DPRD menurutnya masih banyak yang tidak tahu aturan sehingga terjadilah adanya kasus pemanggilan anggota dan Ketua DPRD Kota Serang karena diduga melanggar aturan saat kampanye calon.


"Kita juga ingin target masyarakat yang datang ke TPS 100 persen. Karena di Kota Serang rendah partisipasi pemilihnya maka dibutuhkan sosialisasi yang lebih massif," kata Ketua PPP Kota Serang ini.

Ketua KPU Kota Serang Heri Wahidin mengungkapkan bahwa KPU Kota Serang telah menggelar sejumlah sosialisasi, salah satunya dengan memasang alat peraga kampanye (APK). Selain APK yang dibuat KPU Kota Serang tim pasangan calon juga diperbolehkan mencetak 150 persen dari jumlah APK yang dicetak oleh KPU Kota Serang.“KPU sendiri membuat baliho lima buah, umbul-umbul 20 buah yang dibagi tiap kecamatan, dan spanduk dua buah per kelurahan," kata Heri.

Terkait adanya penyusutan pemilih Heri mengungkapkan bahwa hasil coklit Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) terdapat 32.320 pemilih baru yang tidak ada di data pemilih, namun ada di akta keluarga. Pemilih ini murni hasil dari coklit oleh PPDP.


Selain itu ada juga pemilih yang tidak memenuhi syarat sebanyak 74.865 pemilih. Ada 10 kategori pemilih tidak memenuhi syarat, di antaranya adalah meninggal dunia, ganda, tidak dikenal, anggota TNI atau Polri dan lainnya.


Selain itu ada pemilih potensial non KTP elektronik sebanyak 10.124 pemilih; yang terbagi ke dalam dua kategori, yaitu pemilih yang sudah melakukan perekaman tetapi belum mempunyai KTP elektronik dan pemilih yang belum sama sekali perekaman sehingga tidak memiliki KTP elektronik maupun surat keterangan.“Senin kami akan koordinasikan dengan Disdukcapil Kota Serang mengenai masalah ini,” katanya. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook