WH Akhirnya Mau Pakai BPJS

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 22 Maret 2018 - 12:54:25 WIB   |  dibaca: 283 kali
WH Akhirnya Mau Pakai BPJS

PAKAI BPJS : Gubernur Wahidin Halim memberikan keterangan kepada wartawan terkait berobat gratis yang akan diintegrasikan dengan BPJS, Rabu (21/3).

SERANG- Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) akhirnya mau menyinergikan program berobat gratis dengan program JKN KIS (jaminan kesehatan nasional kartu Indonesia sehat). Artinya, program yang dicanangkannya bersama Wakil Gubernur Andika Hazrumy itu akan memakai kartu JKN KIS atau lebih dikenal dengan sebutan BPJS (badan penyelenggara jaminan sosoal), tidak memakai KTP elektronik.


Keputusan itu diambil WH setelah bertemu dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris bersama dengan tim BPJS di ruang rapat gubernur, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (22/3).


Gubernur WH kepada wartawan mengatakan bahwa Pemprov Banten bersama dengan BPJS Kesehatan dalam waktu dekat akan menghitung dan mendata bersama jumlah warga miskin yang akan mendapatkan tanggungan berobat gratis dari pemerintah.


“Selain itu itu pemprov juga akan mendorong warga Banten yang mampu untuk menjadi peserta JKN-KIS untuk segera mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS,” kata WH.
Setelah pengumpulan data dan validasi selesai, pemprov bersama dengan BPJS Kesehatan Banten akan melakukan pembahasan dengan delapan kabupaten/kota untuk gotong royong memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga Banten.


“Dengan adanya sistem gotong royong ini, maka seluruh warga Banten yang miskin bisa mendapatkan pelayanan kesehatan, dan warga yang mampu juga terlibat dalam melakukan subsidi silang bagi warga yang miskin,” ungkapnya.


Terkait skema pelayanan kesehatan, WH menjelaskan bahwa setiap warga Banten yang miskin bisa diterima di rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, namun proses pembayarannya dengan menggunakna sistem klaim. "Kan sebagaian sudah jadi tanggung jawab pemerintah kota dan kabupaten. Dari kita sejauh ini kan sudah 127 ribu orang (miskin) sudah ditanggung," jelas WH.


Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Sigit Wardojo mengaku segera melakukan validasi data warga miskin dengan instansi terkait seperti kementerian sosial, dinas sosial provinsi hingga kabupaten/kota.  "Dari 2,1 juta orang yang belum BPJS itu bukan orang miskin semua. Sekarang saya akan memilah per kabupaten kota ada berapa (jumlah warga belum BPJS). Semoga dalam 2-3 hari ini selesai," ujar Sigit.


Menurut Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Pusat Andayani Budi Lestari, kunjungannya menemui Gubernur Banten Wahidin Halim untuk menyinergikan terkait dengan program JKN-KIS dan program berobat gratis dengan menggunakan KTP yang merupakan program layanan kesehatan Pemprov Banten. “Prinsipnya Pemprov Banten bisa melindungi warga Banten, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” kata Andayani.


Ia mengaku bahwa berdasarkan hasil pembicaraan dengan Gubernur Wahidin Halim, Pemprov Banten sangat menyambut baik dan akan mendukung program prioritas Presiden Joko Widodo. Dalam waktu dekat, kata Andayani, pihaknya bersama Pemprov Banten akan melakukan validasi data warga miskin yang berhak menerima layanan kesehatan yang ditanggung oleh pemerintah.


“Saat ini jumlah warga miskin yang berhak menerima layanan kesehatan gratis masih harus divalidasi. Setelah itu Pemprov Banten bersama dengan BPJS Kesehatan akan membuat skema pembayaran dan pelayanannya,” ungkap Andayani.


Ketua Komisi V DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kebijakan WH yang mau menyinergikan program berobat gratis dengan BPJS merupakan langkah yang tepat. Namun, ikhtiar terobosan skema gubernur dan wakil gubernur selama ini harus diapresiasi sebagai bentuk pencarian pola yang dapat memudahkan masyarakat Banten.
"BPJS harus benar-benar mampu membuat formula seperti yang diharapkan guibernur, yakni mudah, cepat dan berkualitas. Kami (DPRD) akan membantu pak gubernur menyukseskan UHC 2019," ujarnya. (satibi/rahmat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook