Perusahaan India Bangun Pelabuhan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 22 Maret 2018 - 15:03:31 WIB   |  dibaca: 641 kali
Perusahaan India Bangun Pelabuhan

DIJAGA KETAT : Pintu gerbang Kawasan Industri Terpadu Wilmar dijaga cukup ketat, Rabu (21/3).

CILEGON - Pelabuhan umum di Provinsi Banten akan bertambah. Bahkan tak tanggung-tanggung, perusahaan dari India sudah mengajukan izin pembangunan pelabuhan umum di Kawasan Industri Terpadu Wilmar. Perusahaan asal India tersebut diketahui bernama Adani Port.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten Abdul Aziz mengatakan, saat ini sudah masuk pengajuan izin pelabuhan umum kepada pihaknya, yaitu pelabuhan umum di Kramatwatu, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. "Nilai investasinya sekitar Rp 4 triliun sampai Rp 5 triliun. Recananya akan dibangun lima dermaga,” kata Aziz kepada Banten Raya di Kota Cilegon, Rabu (21/3).


Dijelaskan Aziz, izin pembangunan pelabuhan yang akan dikelola perusahaan asal negeri Bolywood tersebut diharapkan akan selesai Maret 2018. Saat ini, rekomendasi izin dari KSOP Kelas I Banten akan segera disampaikan kepada Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi. "Ini juga dalam program pak Presiden Joko Widodo, kalau ada investasi jangan dipersulit," jelasnya.


Menurut Aziz, dalam proses perizinan tersebut, masih ada beberapa dokumen yang perlu dilengkapi. Ditambah lagi dengan perizinan lainnya yang bersangkutan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten seperti Rencana Induk Pelabuhan. "Pada awalnya di Kawasan Industri Wilmar belum ada izin untuk pelabuhan, baru akhir-akhir ini ada ada investor yang mau bangun pelabuhan," tururnya.

Aziz belum mengetahui bagaimana proses kerjasama antara Wilmar dengan perusahaan asal India yang akan mengoperasikan pelabuhan tersebut. "Selama persayaratan sudah ditempuh, pada dasarnya kita siap mengeluarkan rekomendasi izin kepada Pak Menteri," ucapnya.


Kehadiran pelabuhan umum baru di wilayah Banten, tambah Aziz, dapat mengurangi beban di Pelabuhan Tanjung Priok. Saat ini, di Pelabuhan Tanjung Priok kapasitas dermaga dan masuknya barang dinilai tidak seimbang, sehingga membuat distribusi barang sedikit tertunda. "Apalagi ini pelabuhan umum untuk perdagangan luar negeri akan membuat banyak pilihan bagi pengguna jasa kepelabuhanan di Banten. Saat ini juga sudah ada pelabuhan umum seperti Pelindo, Krakatau Bandar Samudera, dan pelabuhan lain. Ditambah lagi, adanya rencana pemerintah Kota Cilegon akan membangun pelabuhan juga," jelasnya.


Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) PT Multimas Nabati Asahan selaku perusahaan yang mengelola Kawasan Indsurri Terpadu Wilmar, Budi saat dihubungi melalui nomor teleponnya tidak memberikan respon. Begitu juga ketika wartawan mencoba menemui ke lokasi perusahaan, menurut keterangan petugas keamanan, yang bersangkutan tidak ada. (gillang)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook