TIK Wujudkan Nawacita Pendidikan

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Jumat, 23 Maret 2018 - 12:15:39 WIB   |  dibaca: 52 kali
TIK Wujudkan Nawacita Pendidikan

SELAMAT : Mendikbud Muhadjir Effendy menyalami anak kebutuhan khusus usai meluncurkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), kemarin.

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus mengoptimalkan pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), untuk mewujudkan visi pemerintah sebagaimana tertuang dalam Nawacita.


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berpesan, agar TIK dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengurangi kesenjangan antar wilayah dan antar kelas sosial di masyarakat.


"Kita tahu TIK sudah menjadi bagian dari kehidupan. Karena itu, jangan hanya melihat sisi positifnya saja, tetapi juga harus diwaspadai dampak negatifnya," disampaikan Mendikbud, kemarin.


Menurut Mendikbud, terdapat beberapa ancaman yang mudah menyebar di media baru dan memengaruhi generasi muda. Disebutkannya seperti penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang, paham radikalisme dan intoleransi, serta berbagai informasi palsu atau kabar bohong.


"Di tengah kemajuan TIK ini, guru berperan penting sebagai penjaga gawang atau gatekeepers, yang membantu menepis pengaruh buruk internet dan media sosial," jelas Mendikbud.
Menurut Muhadjir, fungsi guru sebagai pengajar sangat mungkin digantikan dengan berbagai fasilitas TIK. "Tapi jangan sekali-kali menjadikan fasilitas TIK untuk menggantikan peran guru sebagai pendidik," ujarnya.


Bagi Mendikbud, saat ini guru berperan penting sebagai penghubung sumber-sumber belajar (resource linkers). Kemudian, guru perlu mengembangkan diri sebagai fasilitator belajar siswa. Dan fasilitas TIK berperan penting untuk mengoptimalkan proses belajar di era kekinian.

 

"Guru harus bisa membimbing dan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai 'untuk apa', bukan sekadar 'apa' dan 'bagaimana'," tutur guru besar Universitas Negeri Malang ini.
Senada disampaikan, Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi berpesan agar manfaat pendayagunaan TIK tak hanya dirasakan di kota-kota saja, namun juga dapat menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta masyarakat berkebutuhan khusus. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook