Alat Bukti Kasus Proyek P3T Belum Cukup

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Jumat, 23 Maret 2018 - 12:18:39 WIB   |  dibaca: 353 kali
Alat Bukti Kasus Proyek P3T Belum Cukup

TIDAK TAHU : Encep Mahfud dan Ida Hamidah, dua anggota Banggar DPRD memberikan keterangan kepada wartawan usai diperiksa, kemarin.

PANDEGLANG - Hingga saat ini penyidik Pidsus Kejari Pandeglang belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek P3T tahu 2015 senilai Rp 20 miliar. Padahal, belasan saksi telah dimintai keterangan, mulai dari pejabat pemkab, anggota dewan, dan pengusaha.


Kepala Kejari Pandeglang, Nina Kartini mengaku, belum bisa menetapkan tersangka, karena alat bukti untuk menetapkan tersangka dinilai belum cukup. "Belum bisa kita tetapkan (tersangkanya), alat buktinya belum cukup kuat, kita harus mencari lagi alat buktinya. Mudah-mudahan penangannanya cepat," tegasnya kepada wartawan di kejari, Kamis (22/3).


Kemarin, dua anggota anggota badan anggaran (banggar) DPRD Kabupaten Pandeglang, Encep Mahfud dan Ida Hamidah juga diperiksa penyidik. Mereka dimintai keterangan seputar penganggaran proyek berupa pembangunan MCK dan SAB yang berasal dari bantuan keuangan (bankeu) Provinsi Banten itu  


Terkait pemeriksaan dua anggota banggar itu, kajari menyatakan, untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan saksi sebelumnya. "Anggota dewan yang dipanggil yang terkait saja, misalnya siapa saja yang disebut dalam pemeriksaan. Ya, kita panggil untuk diminta klarifikasi," jelasnya.


Pantauan Banten Raya di Kejari Pandeglang, Encep Mahfud dan Ida Hamidah diperiksa secara bersamaan di ruang pidsus dari pukul 09.00 hingga pukul 13.30. Encep mengenakan kemeja biru, sedangkan Ida berpakaian batik berwarna merah. Ditemui wartawan usai memberikan keterangan, keduanya sempat menebar senyuman.


Encep mengaku ditanya penyidik seputar tugas dan tanggung jawabnya menjadi anggota dewan. Encep berkilah tidak mengetahui adanya proyek P3T untuk Kabupaten Pandeglang. "Banyak (pertanyaannya). Fungsi sebagai anggota dewan, dan proses penganggaran. Saya baru tahu sekarang saja P3T. Karena memang bankeu ini ada di akhir-akhir pembahasan," kata Encep, di Kejari Pandeglang.


Anggota Fraksi PKS Pandeglang ini mengaku tidak ikut terlibat dalam pembahasan anggaran bankeu yang di-ploting untuk proyek P3T. Encep juga membantah dugaan tudingan uang pelicin proyek P3T dari pengusaha untuk para anggota dewan. "Wah saya enggak tahu apa-apa. Yang saya tahu bankeu ini ada ketika setelah pembahasan baru muncul, dan awalnya tidak langsung tertera. Gak ada (uang pelicin)," ungkapnya.


Ida Hamidah juga mengaku diberikan puluhan pertanyaan oleh penyidik mengenai penganggaran proyek P3T. Namun, Ida tidak mengetahui mekanisme dana bankeu. Dia juga membantah tidak menikmati aliran dana proyek P3T. "Sekitar 25 pertanyaan. Tapi sama sekali saya tidak tahu. Baru tahu sekarang. Sama sekali tidak," singkat Ketua Fraksi PPP Pandeglang itu. (yanadi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook