Paslon Tiga 20 Kali Dilaporkan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 24 Maret 2018 - 12:15:25 WIB   |  dibaca: 402 kali
Paslon Tiga 20 Kali Dilaporkan

MAKIN HANGAT : Ketua Panwaslu Kota Serang Rudi Hartono (kiri) menerima tim paslon nomor urut satu Vera Nurlaela-Nurhasan yang melaporkan pasangan calon nomor urut tiga Syafrudin-Subadri Usuludin ke Panwaslu Kota Serang, Jumat (23/3).

SERANG - Tim Pasangan calon walikota dan wakil walikota Serang nomor urut satu Ver Nurlaela-Nurhasan kembali melaporkan pasangan calon nomor urut tiga Syafrudin-Subadri Usuludin ke Panwaslu Kota Serang. Pasangan calon nomor tiga diduga melanggar aturan kampanye dengan menggelar kampanye di tempat ibadah. Ini adalah laporan ke-20 yang disampaikan paslon satu.


Ketua Panwaslu Kota Serang Rudi Hartono mengatakan bahwa laporan yang diterimanya dari tim pasangan calon nomor urut satu adalah pemanfaatan tempat ibadah di kampung Pabuaran Baru untuk kegiatan kampanye yang dilakukan oleh Syafrudin pada 22 Maret lalu. Selain itu pasangan nomor urut tiga juga dilaporkan atas dugaan pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye yang tidak sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye.


Rudi mengatakan bahwa pelanggaran atas pemasangan alat peraga kampanye yang tidak sesuai dengan Peraturan KPU hanya lah pelanggaran ringan dan merupakan pelanggaran administratif. Sementara pelanggaran pemanfaatan tempat ibadah untuk kampanye dapat dikategorikan sebagai pelanggaran berat karena konsekwensinya terlapor bila terbukti benar akan dikenakan sanksi pidana kurungan dan juga denda. Hukuman pidana paling cepat adalah satu bulan dan paling lama enam bulan. Adapun denda paling sedikit Rp100.000 dan paling banyak Rp1 juta.


"Kalau terbukti kampanye di tempat ibadah maka masuk ke dalam pidana pemilu. Sanksinya pidana paling singkat satu bulan paling lama enam bulan dan/ atau denda pidana paling sedikitnya Rp100 ribu atau paling banyak Rp1 juta sesuai Pasal 187 ayat 3 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur Bupati Walikota.


Atas adanya atas adanya laporan pelanggaran kampanye itu Panwaslu akan mengkaji terlebih dahulu laporan yang masuk. Panwaslu kemudian akan memanggil terlapor untuk dimintai keterangan kebenaran laporan tersebut. Panwaslu memiliki waktu 5 hari untuk memutuskan laporan itu apakah layak untuk ditindaklanjuti atau tidak.


Sepanjang Pilkada Kota Serang berlangsung sampai kemarin Panwaslu Kota Serang menerima total laporan pelanggaran sebanyak 29 laporan dengan rincian  paslon nomor satu 20 laporan, paslon nomor tiga 2 laporan, pasangan bakal calon Agus Irawan Hasbullah-Samsul Bahri 4 laporan, dan temuan Panwaslu sendiri sebanyak 3 laporan. "Kenapa Panwaslu sedikit temuannya karena kita lakukan upaya pencegahan," tuturnya.


Samuti, juru bicara pasangan calon nomor tiga, membantah bila tempat yang digunakan oleh Syafrudin saat kampanye merupakan sarana ibadah. Tempat itu, sebagaimana dijelasakan oleh warga sekitar, merupakan aula yang biasa digunakan untuk pertemuan warga.“Di sana bukan musola, bukan tempat ibadah. Itu aula untuk perttemuan masyarakat dan nggak digunakan untuk solat,” katanya.


Samuti mengatakan bahwa ia sudah sejak awal mewati-wanti Syafrudin dan Subadri Usuludin agar saat kampanye tidak menggunakan sarana ibadah. Pasalnya hal itu merupakan sebuah pelanggaran dan sampai saat ini pasangan nomor tiga tidak melanggar aturan tersebut.“Saya sudah mewanti-wanti agar tidak menggunakan sarana ibadah. Sebelum ke sana (Pabuaran Baru-red) pun kita sudah tanyakan ke warga,” katanya.


Meski demikian ia mengucapkan terima kasih kepada pasangan calon nomor satu yang telah melaporkan pasangan nomor tiga karena dengan begitu ada semacam peringatan agar semua menaati aturan yang sudah ditetapkan. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook